MAKALAH
FILSAFAT SAINS TENTANG ENERGI
OLEH
:
NAMA : EMA
KELAS : FISIKA B
NIM :
H0417330
PRODI
PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS
MIPA
UNIVERSITAS
SULAWESI BARAT
2017
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Shalawat serta teslim
semoga selalu tercurah kepada nabi Muhammad SAW karena atas perjuangan beliau
sehingga kita keluar dari zaman yang biadab menuju kezaman yang beradab.
Adapun
pokok pembahasan dalam makalah ini yaitu tentang energi baik dari sudut pandang
ilmu fisika maupun dari filsafat sains itu sendiri. Makalah ini disususn dengan
bersumber dari internet karena keterbatasan buku yang ada di majene terkhusus Universitas
Sulawesi Barat belum memiliki perpustakaan.
Ucapan
terima kasih yang sebesar – besarnya kepada teman – teman seperjuangan yang
telah membantu baik dalam bentuk materi maupun tenaganya sehingga makalah ini
dapat terselesaikan. Ucapan terima kasih juga terkhusus kepada dosen pengampuh
mata kuliah filsafat sains yaitu Mutmainnah S.Pd, M.Pd yang telah mengarahkan
kami sehingga tidak seperti pengemudi yang kehilangan kendali.
Penyusun
makalah ini menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh dari kata sempurnaan.
Oleh karena itu, saran dan kritikan dari kalangan mahasiswa maupun dari ibu
dosen sendiri yang sifatnya membangun sehingga dalam penyusunan makalah
selanjutnya dapat lebih baik dari sebelumnya .
Majene,
15 April 2017
Pumyusun
DAFTAR
ISI
Kata
Pengantar …………………………………………………………………..
Daftar Isi ………………………………………………………………………..
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ………………………………………………………………
1.2 Rumusan Masalah …………………………………………………………..
1.3 Tujuan ……………………………………………………………………….
BAB
II LANDASAN TEORI
2.1 Pngertian Energi ……………………………………………………………..
2.2 Q.S Yunus ayat 5 ……………………………………………………………
2.3 Q.S Al – Tariq ayat 1-4 ……………………………………………………..
BAB
III PEMBAHASAN
3.1 Q.S Yunus ayat 5 …………………………………………………………..
3.2 Q.S AT – Tariq ayat 1 – 4 …………………………………………………
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan ………………………………………………………………...
4.2 Saran ……………………………………………………………………….
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Energi
adalah benda penting dalam menunjang hidup manusia, tanpa energi manusia akan
mengalami kesulitan dalam menjalani hidup, dengan kata lain, bahwa manusia
hidup selalu akan membutuhkan energi, terlebih lagi hidup pada zaman modern
sekarang ini, sebagian besar alat bantu yang digunakan manusia memerlukan
energi. Sejak awal mula adanya manusia dimuka bumi ini, manusia telah mengenal
energi, energi yang dikenal pada awal sejarah kehidupan manusia adalah
energi nonteknis, yaitu energi yang merasal dari hewan seperti sapi dan kuda
yang digunakan sebagai alat angkut dan mesin pemutar giling dan pemutar kincir
air yang sampai saat ini juga masih digunakan di beberapa negara di timur
tengah termasuk di India dan Pakistan. Manusia memanfaatkan berbagai macam bentuk
energi. Jenis energi yang dimanfaatkan antara lain adalah energi panas, energi
listrik, dan energi angin. Energi dimanfaatkan manusia mulai untuk kepentingan
sehari-hari seperti memasak, mencuci, penerangan, seterika, sampai kepentingan
rekreasi seperti berselancar, bermain layang layang,dan terjun parasit.
Terlepas
dari itu semua sebelum manusia menemukan berbagai macam teori tentang energi,
perubahan bentuk energi ke bentuk yang lain. Perlu kita ketahui bahwa jauh
sebelum para ilmuan menemukan berbagai teori tentang energi didalam Alqur’an
telah menjelaskan berbagai macam energi yang ada di alam ini.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana memahami teori energi ?
2. Bagaimana konsep teori energi menurut sains ?
2. Bagaimana pandangan Alqur’an tentang energi ?
1.4
Tujuan
1.
Mengetahui dan memahami teori energi ?
2.
Mengetahui dan memahami teori energi menurut sains ?
3.
Mengetahui dan memahami pandangan Alqur’an tentang energy ?
BAB II
LANDASAN
TEORI
2.1 Pengertian Energi
Energi adalah daya kerja atau tenaga, energi berasal dari
bahasa Yunani yaitu energi yang merupakan kemampuan untuk melakukan usaha.
Energi merupakan besaran yang kekal, artinya energi tidak dapat diciptakan dan
dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari bentuk satu ke bentuk yang lain.
2.3 QS. Yunus ayat 5
Artinya:
”
Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan
ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu,
supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak
menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. dia menjelaskan tanda-tanda
(kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang Mengetahui” (QS. Yunus: 5)
2.4 QS. Al-Thariq ayat 1-4
Artinya:
Demi langit dan yang datang pada malam hari
(1) Tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu ? (2) (yaitu) bintang yang cahayanya menembus,(3) Tidak ada suatu jiwapun (diri) melainkan ada
penjaganya (4).
BAB
III
PEMBAHASAN
3.1 QS. Yunus ayat 5
هُوَ الَّذِي
جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا
عَدَدَ السّنِيْنَ وَالحِْسَابَ مَا خَلَقَ اللهُ ذَلِكَ إِلاَّ بِالْحَقِّ
يُفَصِّلُ الأيَاَتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ(5) إِنَّ فِي اخْتِلافِ الْلَيْلِ
وَالنَّهَارِ وَمَا خَلَقَ اللهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَأيَاتٍ لِقَوْمِ
يَتَّقُونَ(6)
Artinya:
” Dia-lah yang menjadikan matahari
bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat)
bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan
perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan
hak. dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang
Mengetahui” (QS. Yunus: 5)
Allah memberi tahu tentang apa yang diciptakan yang
menjadi tanda tanda kekuasaannya dan kesempurnaan kudratnya, dan dia menjadikan
sinar matahari sebagai penerang diwaktu siang dan cahaya bulan bagi penerang
diwaktu malam. Juga telah ditetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga pada
awal bulan ia tampak kecil berbentuk sabit kemudian membesar. Lalu
kembali mengecil sampai mencapai manzilah terakhirnya dan kembali
kepada keadaan semula pada permulaan bulan.
Ayat ini
menerangkan bahwa Allah swt. yang menciptakan langit dan bumi dan yang
bersemayam di atas `Arasy-Nya. Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan
bulan bercahaya. Matahari dengan sinarnya adalah sebagai dasar hidup dan
kehidupan, sumber panas dan tenaga yang dapat menggerakkan makhluk-makhluk
Allah yang diciptakan-Nya. Dengan cahaya bulan dapatlah manusia berjalan dalam
kegelapan malam dan bersenang-senang melepaskan lelah di malam hari. Ayat ini
membedakan antara yang dipancarkan matahari dan yang dipantulkan oleh bulan,
yang dipancarkan oleh matahari disebut diya (sinar), sedang yang
dipantulkan oleh bulan disebut nur (cahaya).
Matahari adalah sebuah planet yang mengandung
pembakaran api yang sangat dahsyat, yang mengeluarkan sebagian sinarnya
memantul kepermukaan bulan, karenanya ia bersinar dan terang pada malam hari.
Tumbuh-tumbuhan mengambil kekuatan (energi) yang berasal dari matahari, lalu
menusia memanfaatkan kekuatan yang tersimpan didalam tumbuhan, pohon serta
tanaman-tanaman lainnya untuk tujuan sebagai penghangat dan untuk memasak yaitu
dengan cara membakarnya, oleh karena itu, matahari adalah sumber kekuatan
(energi) dimuka bumi ini.
Allah
menjadikan matahari untuk kita dan memudahkannya untuk terus bergerak, pada
pagi hari ia mengirimkan sinarnya untuk kita yang membawa panas dan cahaya,
mengandung sebab-sebab yang dibutuhkan dalam kehidupan, kemudian pada sore hari
ia terbit dibagian dunia lain. Begitulah seterusnya, ia kembali, siang dan
malam, terbit dan tenggelam.
Dalam permukaan matahari terdapat sumber energi yang
dapat dibakar sehingga energinya dapat dikirim ke bumi. Energi matahari dikirim
ke bumi dalam bentuk radiasi gelombang elektromagnetis yang sampai dibumi dalam
bentuk panas.
3.2 QS. AT-Thariq ayat 1-4
Pada awal surat Allah bersumpah memakai nama langit
dan bintang yang cahayanya menembus kegelapan malam, ia bersumpah bahwa
jiwa-jiwa manusia tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa ada yang
memeliharanya, tetapi jiwa-jiwa tersebut telah ada yang menjaga, dan menghitung
apa yang dilakukan olehnya, Ia adalah Allah.
Bintang adalah
bola gas yang bercahaya yang luar biasa terang, gas tersebut yang terdiri dari
hidrogen tidaklah menyala seperti nyala api. Bintang adalah benda raksasa yang
mempunyai kekuatan grafitasi sangat besar yang bersifat menarik ke bagian
pusat. Desakan tekanan dibagian pusat bintang sangat kuat sehingga
partikel-partikel hidrogen saling bertabrakan dan membentuk suatu unsur
baru yaitu helium. Pada proses yang disebut juga reaksi fusi nuklis
(penggabungan inti), sejumlah besar energi dilepaskan. Energi inilah yang
menyebabkan bintang bersinar, kadang-kadang hingga milyaran tahun lamanya. Di
langit malam bintang-bintang terlihat seperti titik cahaya yang diam tak
berunbah, padahal sebenarnya tidak demikian. Bintang-bintang baru terbentuk
setiap waktu. Bintang-bintang tersebut terlahir di dalam awan-awan gas dingin
dan debu yang gelap dan luas.
Bintang
merupakan oven raksasa penampung atom semesta yang memproses serangkaian reaksi
nuklir, yang disebut dengan proses fusi nuklir yang menghasilkan segala unsur
yang dibutuhkan oleh bumi dan langit dunia. Disamping daya gravitasi yang
mengikat bintang-bintang di langit antara satu sama lain secara kuat, disana
terdapat sejumlah daya lain yang mengikat suatu meteri yang ada dalam bumi,
juga yang ada didalam setiap benda yang ada di angkasa, dan dilembaran
langit dunia (hingga tidak terjatuh dan tidak berbenturan antara satu sama
lain). Diantara daya pengikat yang kita kenal adalah daya nulkir yang sangat
kuat, daya nuklir lemah, dan daya listrik atau magnetik (elektromagnetik). Daya-daya
inilah yang mengikat dan mencengkram materi dan energi yang ada dalam bagian
semesta yang kita ketahui.
Mengingat begitu besarnya massa bintang-bintang, maka
dengan daya tariknya merekapun menguasai planet, planetoid, satelit, komet dan
segala bentuk materi yang ada dalam orbit bintang-bintang tersebut.
Matahari merupakan salah satu bintang di antara
milyaran bintang yang terdapat di sistem galaksi bima sakti ini. taukah kita?
Bahwasanya bintang yang tidak begitu istimewa di galaksi kita ini pun memiliki
segudang misteri yang belum terpecahkan. Terutama kedasyatan akan energi yang
tersimpan di dalamnya. Bintang yang diprediksi telah ada sejak milyaran tahun
lalu (menurut perhitungan jumlah bahan bakar hidrogennya) mempunyai energi yang
luar biasa. Bukan sekedar milyaran foton-foton cahaya yang di pencarkan per
detiknya, melainkan juga gelombang energi yang di pancarkan menyertainya.
QS. Ar-Rum
Ayat 48
اللَّهُ
الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُ فِي السَّمَاءِ
كَيْفَ يَشَاءُ وَيَجْعَلُهُ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ ۖ
فَإِذَا أَصَابَ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ
Artinya:
” Allah, dialah yang mengirim angin,
lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut
yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan
keluar dari celah-celahnya, Maka apabila hujan itu turun mengenai
hamba-hamba-Nya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira”
(Q.S Ar-Rum: 48)
Allah-lah yang mengirim angin, lalu angin itu dapat
menimbulkan awan, dan menyebar serta mengumpulkannya dan salah satu arah di
langit, terkadang awan itu berjalan, dan terkadang berhenti dan terkadan
bergumpal-gumpal, maka kamu dapat melihat air hujan keluar dari celah-celahnya,
maka apabila hujan itu menimpa hamba-hambanya, maka mereka bersuka ria, karena
hujan sangat mereka perlukan.
Pada ayat sebelumnya dijelaskan:
وَمِنْ
آيَاتِهِ أَنْ يُرْسِلَ الرِّيَاحَ مُبَشِّرَاتٍ وَلِيُذِيقَكُمْ مِنْ رَحْمَتِهِ
وَلِتَجْرِيَ الْفُلْكُ بِأَمْرِهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ
تَشْكُرُونَ
Artinya:
“Dan di antara tanda-tanda
kekuasan-Nya adalah bahwa dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira
dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat
berlayar dengan perintah-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia-Nya
mudah-mudahn kamu bersyukur”.(Q.S Al-Rum: 46)
Ayat-ayat diatas menunjukkan bagaimana fungsi angin
dapat menjalankan kapal (perahu). Andaikan tidak ada angin, maka kapal hanya
dapat berjalan bila diberi tenaga oleh manusia dengan didayung. Tenaga untuk
berdayung berasal dari energi internal manusia karena makanan dan minuman yang
masuk kedalam tubuh manusia. Namun karena adanya angin dan perahu telah diberi
layar, maka perahu dapat berjalan dengan mudahnya. Selain itu, berkat adanya
angin yang merupakan rahmat dari Allah, manusi dan akalnya dapat menciptakan
peralatan yang digerakkan dengan angin, seperti kincir angin yang dapat
digunakan untuk menggiling padi ayau gandum dan lain sebagainya.
Daun nyiur
melambai-lambai, Layar perahu nelayan terkembang Selancar air dimainkan, Semua
terjadi karena ada energi angin, energi angin sangat berguna dalam kehidupan
Perahu layar yang tidak bermesin maka akan mengandalkan energi, angin Perahu
bergerak jauh ke tengah laut untuk menggerakkan perahu layar yang digunakan
nelayan untuk mencari ikan.
BAB IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Energi adalah kemampuan untuk melakukan suatu usaha. Energi
merupakan besaran yang kekal, artinya energi tidak dapat diciptakan dan
dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari bentuk satu ke bentuk yang lain. Adapun
macam-macam energi antara lain: energi mekanik, energi panas, energi magnetik,
energi listrik, energi kimia,energi bunyi, energi cahaya. Konseph energi
sendiri telah dijelaskan jauh sebelum para ilmuan mengemukakan teorinya seperti
dalam Q.S Yunus ayat 5 dan Q.S AT – Tariq ayat 1 – 4 serta Q.S Ar- rum ayat 48
yang pada saat sekarang ini baru terbukti kebenarannya.
4.2
Saran
Setelah
penyusunan makalah ini diharapkan kepada semua pihak yang tekait terkhusus
kepada pribadi saya sendiri dapat mengetahui dahwa Alqur’an telah menjelaskan
konsep energi sebelum para ilmuan menemukan teori tentang energi itu sendiri
dan dapat menggunakan energi secara efisien dan efektif ke hal-hal yang
bermanfaat.








0 komentar:
Posting Komentar