Rabu, 09 Oktober 2019

TRANSISTOR DENGAN JENIS TRANSISTOR PNP DAN TRANSISTOR NPN


MAKALAH
TRANSISTOR DENGAN JENIS TRANSISTOR PNP DAN TRANSISTOR NPN
Diselesaikan untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Elektronika yang Diampu oleh:
Fadhila, S.Pd.,M.Pd.





Disusun Oleh:

Kelompok II
EMA
SRI HARDINA
MADINA



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SULAWESI BARAT
2017


KATA PENGANTAR

Segala puji atas kebesaran Sang Khalik yang telah menciptakan alam semesta dalam suatu keteraturan hingga dari lisan terpetik rasa syukur kehadirat ALLAH SWT. Karena atas limpahan Rahmat dan Karunia-Nyalah sehingga kami diberikan kesempatan dan kesehatan untuk dapat menyelesaikan makalah mengenai “Penggunaan Transistor PNP dan Traransistor NPN sebagai penguat arus dan penguat tegangan ” yang terlaksana dengan baik. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW, yang diutus ke permukaan bumi ini menuntun manusia dari lembah kebiadaban menuju ke puncak peradaban seperti sekarang ini.
Terima kasih pun kami ucapkan, selaku tim penulis kepada rekan-rekan yang telah ikut bekerja sama dalam penyelesaian makalah ini. Sehingga makalah ini terlaksana dengan baik.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa, dalam penyusunan makalah ini tidak lepas dari tantangan dan hambatan. Namun berkat kerja keras dan motivasi dari pihak-pihak langsung maupun tidak langsung yang memperlancar jalannya penyusunan makalah ini. Olehnya itu, secara mendalam kami ucapkan banyak terimah kasih atas bantuan dan motivasi yang diberikan sehingga kami, tim Penyusun dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya.
                   Akhirnya dengan segala kerendahan hati kami menyadari bahwa hanya kepada ALLAH SWT jualah kita menyerahkan segalanya. Semoga kita semua mendapat curahan Rahmat dan Ridho-Nya, Amin.


Majene,  3 November 2017


Tim Penyusun



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................................. i
DAFTAR ISI................................................................................................................................ ii
BAB I
PENDAHULUAN....................................................................................................................... 1
1.1  Latar Belakang........................................................................................................................ 1
1.2  Rumusan Masalah................................................................................................................... 2
1.3  Tujuan Penulisan..................................................................................................................... 2
1.4  Manfaat Makalah.................................................................................................................... 2
1.5  Batasan Masalah..................................................................................................................... 2
BAB II
PEMBAHASAN.......................................................................................................................... 3
2.1 Kajian Toritis.......................................................................................................................... 3
2.2 Sejarah Penemuan Transistor.................................................................................................. 3
2.3 Fungsi Transistor..................................................................................................................... 4
2.4 Karakteristik Transistor........................................................................................................... 4
2.5  Bentuk Transistor.................................................................................................................... 5
2.5 Jenis Transistor........................................................................................................................ 5
2.7 Prinsip Kerja Transistor.......................................................................................................... 9
2.8 Aplikasi Transistor.................................................................................................................. 12
BAB III
PENUTUP.................................................................................................................................... 14
3.1 Kesimpulan............................................................................................................................. 14
3.2 Saran....................................................................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................... 16
LAMPIRAN-LAMPIRAN........................................................................................................... 17


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Makalah yang berkaitan tentang “ Transistor “ ini disusun dalam rangka memenuhi tugas yang diberikan dosen kepada kami selaku mahasiswa/mahasiswi Pendidikan Fisika di Universitas Sulawesi Barat pada bidang mata kuliah Elektronika. Demi tercapainya proses pembelajaran yang berlaku di Universitas Sulawesi Barat terkait dengan mata kuliah Elektonika. Serta untuk mewujudkan pemahaman dan pengetahuan terkait di mata kuliah ini.

Sebagai sedikit pengetahuan yang kami tahu, selaku tim penulis bahwa, Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.

Walter H. Brattain dan John Bardeen pada akhir Desember 1947 di Bell Telephone Laboratories berhasil menciptakan suatu komponen yang mempunyai sifat menguatkan yaitu yang disebut dengan Transistor. Keuntungan komponen transistor ini dibanding dengan pendahulunya, yakni tabung hampa, adalah ukuran fisiknya yang sangat kecil dan ringan. Bahkan dengan teknologi sekarang ini ratusan ribu transistor dapat dibuat dalam satu keping silikon. Disamping itu komponen semikonduktor ini membutuhkan sumber daya yang kecil serta serta efesiensi yang tinggi.

























1.2  Rumusan Masalah

Dalam makalah ini membahas tentang:

1.2.1        Bagaimana Sejarah penemuan transistor ?

1.2.2        Apa Fungsi Transistor ?

1.2.3        Bagaimana Karakteristik Transistor ?

1.2.4        Bagaimana Bentuk Transistor ?

1.2.5        Apa saja Simbol Transistor ?

1.2.6        Bagaimana Aliran Arus Listrik pada Transistor PNP dan NPN ?

1.2.7        Bagaimana Prinsip Kerja Transistor PNP dan NPN ?

1.2.8        Transistor Sebagai Saklar Elektronik ?

1.3 Tujuan Penulisan

1.3.1 untuk mengetahui dan memahami bagaimana sejarah penemuan Transistor

1.3.2  untuk mengetahui dan memahami fungsi dari Transistor

1.3.3  untuk mengetahui dan memahami karakteristik  transistor

1.3.4  untuk mengetahui dan memahami Bentuk Transistor

1.3.5  untuk mengetahui dan memahami Simbol-simbol Transistor

1.3.6  untuk mengetahui  Aliran Arus Listrik pada Transistor  PNP dan NPN

1.3.7  untuk mengetahui dan memahami Prinsip Kerja Transistor PNP dan NPN

1.3.8  untuk mengetahui dan memahami Transistor Sebagai Saklar Elektronik

1.4  Manfaat Makalah

1.4.1        Untuk membekali mahasiswa pendidikan teknik elektro mengenai Transistor

1.4.2        Untuk dijadikan bahan pembelajaran mahasiswa terkait dengan Transistor, baik Transistor PNP maupun Transistor NP

1.5  Batasan Masalah

Berdasarkan rumusan masalah, maka makalah ini tidak membahas:

1.5.1        Tipe-tipe transistor

1.5.2        Transistor unipolar secara terperinci

1.5.3        Fungsi transistor secara terperinci













BAB II

PEMBAHASAN



2.1 Kajian Teoritis

Transistor adalah komponen yang mengubah wajah dunia, memungkinkan ukuran peralatan elektronika semakin kecil dan kompak dan daya konsumsinya rendah, juga mengawali era elektronika digital.

Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutusdan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi kran listrik,dimana berdasrkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya

2.2  Sejarah Penemuan Transistor

Walter H. Brattain dan John Bardeen pada akhir Desember 1947 di Bell Telephone Laboratories berhasil menciptakan suatu komponen yang mempunyai sifat menguatkan yaitu yang disebut dengan Transistor. Keuntungan komponen transistor ini dibanding dengan pendahulunya, yakni tabung hampa, adalah ukuran fisiknya yang sangat kecil dan ringan. Bahkan dengan teknologi sekarang ini ratusan ribu transistor dapat dibuat dalam satu keping silikon. Disamping itu komponen semikonduktor ini membutuhkan sumber daya yang kecil serta serta efesiensi yang tinggi.

Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutusdan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi kran listrik,dimana berdasrkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya. Transistor through-hole (dibandingkan dengan pita ukur sentimeter) Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal. Tegangan atau arus yang dipasang di satu terminalnya mengatur arus yang lebih besar yang melalui 2 terminal lainnya. Transistor adalah komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil, dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori, dan komponen-komponen lainnya.



2.3  Fungsi Transistor

Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya. Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektot (C).

Fungsi transistor antara lain sebagai berikut:

a.    Perata arus pada adaptor

b.    Penguat arus (amplifier)

c.    Penahan sebagian arus

d.    Pebangkit frekuensi rendah dan tinggi (osilator)

e.    Saklar elektronik (switching)

2.4  Karakteristik Transistor

Pada bagian ini kita akan mempelajari tiga karakteristik transisttror yaitu karakteristik masukan, karakteristik keluaran, dan karakteristik transfer. Dari karakteristik masukan kita dapat menghitung hambatan masukan dan dari karakteristik keluaran kita dapat menghitung hambatan keluaran, sedangkan dari karakteristik transfer kita dapat menghitung penguatan arus.

1.      Karakteristik Masukan

Karakteristik masukan suatu transistor dinyatakan dalam grafik yang menyatakan hubungan antara tegangan basis-emitor dan arus basis untuk tegangan kolektor-emitor yang nilainya konstan.



2.      Karakteristik keluaran

Karakteristik keluaran suatu transistor dinyatakan dalam grafik yang menyatakan hubungan antara tegangan kolektor-emitor dan arus kolektor untuk beberapa nilai arus basis yang konstan.

3.      Karakteristik Transfer

Karakteristik transfer suatu transfer dinyatakan dalam grafik yang menyatakan hubungan antara arus basis dan arus kolektor untuk tegangan kolektor-emitor yang bernilai konstan.





2.5  Bentuk Transistor



http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f8/Transistor-photo.JPG/250px-Transistor-photo.JPG



Konstruksi transistor terdiri dari suatu lapisan tipis semikonduktor  jenis-p atau jenis-n yang diapit oleh dua bahan semikonduktor jenis lain. Berdasarkan susunan semikonduktornya, transistor dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu transistor NPN dan transistor PNP.

Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektor (C). Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dan tegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan dan arus output Kolektor.

2.6  Jenis Transistor

Transistor memiliki dua jenis yaitu:

1.      Transistor Bipolar dan

2.      Transistor Unipolar. Transistor Bipolar adalah transistor yang memiliki dua persambungan kutub.

Transistor Bipolar

            Transistor yang dimaksud dengan Transistor Bipolar adalah transistor yang memiliki dua buah persambungan antara kutub-kutubnya. Transistor bipolar adalah komponen elktronika yang terdiri dari tiga buah kaki, yaitu emitor (E), basis (B), dan kolektor (C). Tansistor terdiri dari dua jenis yaitu transistor tipe NPN dan transistor tipe PNP. Tanda petunjuk arah pada masing-masing tipe yang ditunjuk anak panah adalah merupakan terminal  emitor.

TRANSISTOR NPN
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYjLvRYOGOjvtwZ-T74i6jTJS-rrOaq7TtE4QmOcx6wTdBAOZH9jS_5O55jlNKf4x6WQg_g2FVjead3CIIdH8y3n8Qe-RdpzQ8QFGOWA-cAKmQYp_qCrVNBwicE988Jb1YFcPRScvnxIg/s320/CEK+NPN.JPG



TRANSISTOR NPN DENGAN DUMPER
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPqH_u6ccihFcCIdTia_bv3xN3vy2BYZiF21EQ8Gj147MhhUqADlJhwzwBiLtJKcX6eWBIHJZw3fSeexpJe8LOWkpKRLzeeGoecgi5R9GUdSZmuwjPOPYj6LkH7IL91UyBC8drkstJshc/s320/CEK+DUMPER.JPG



MENGUJI TRANSISTOR PNP

a.         Pastikan kaki kolektor, basis dan emitornya (anda harus mengetahui secara pasti)

b.         Saklar pemilih pada multitester harus menunjuk pada ohm meter

c.         Probe positif (berwarna merah) ditempelkan pada B (basis).







Probe negatif (hitam) ditempelkan pada E (Emitor), jika jarum bergerak maka pindahkan probe negatif pada kolektor. Jika pengukuran pertama dan kedua, jarum bergerak berarti transistor baik. Jika salah satu pengukuran, jarum tidak bergerak berarti transistor rusak

http://files.supermnh.webnode.com/200000037-7485e757fc/pengujian%20transistor.jpg



MENGUJI TRANSISTOR NPN

a.       Pastikan kaki-kaki transistor, yang terdiri dari kolektor, emitor dan basis.

b.       Putar saklar pemilih pada posisi ohm meter.

c.       Tempelkan probe negatif (hitam) pada basis. Probe positif pada kolektor.Jika bergerak berarti antara kolektor dan basis baik.

d.       Pindahkan probe negaif pada kaki emitor. Jika bergerak maka emitor dan basis baik. Jika salah satu pengukuran (atau keduanya) jarum tidak bergerak berarti transistor putus.

Transistor memiliki dua jenis yaitu: Transistor Bipolar dan Transistor Unipolar.

1.      Transistor Bipolar

Transistor bipolar adalah transistor yang memiliki dua persambungan kutub.
Transistor Unipolar adalah transistor yang hanya memiliki satu buah persambungan kutub.
Transistor Bipolar adalah komponen elektronika yang terdiri dari tiga buah kaki, yaitu emitor (E), basis (B), dan kolektor (C).

Transistor sendiri terdiri dari dua jenis yaitu transistor tipe NPN dan transistor tipe PNP. Tanda petunjuk arah arus pada masing-masing tipe yang ditunjuk anak panah adalah merupakan terminal emitor. Komponen dan Simbol transistor, ditunjukkan seperti gambar dibawah ini :

http://3.bp.blogspot.com/_NTdvjAZNolc/TP78erUI4xI/AAAAAAAAAFU/auVBQHDMM64/s320/Transistor.jpg

2.      Transistor Unipolar

Transistor Unipolar adalah transistor yang hanya memiliki satu buah persambungan kutub. Transistor unipolar adalah FET (Field Effect Transistor) yang terdiri dari JFET kanal N, JFET kanal P,  MOSFET kanal N, dan MOSFET kanal P.



http://1.bp.blogspot.com/_NTdvjAZNolc/TP78el1w5fI/AAAAAAAAAFY/JGa_6W-bDyM/s1600/unipolar.JPG





2.7    Cara Kerja Transistor

Dari banyak tipe-tipe transistor modern, pada awalnya ada dua tipe dasar transistor, bipolar junction transistor (BJT atau transistor bipolar) dan field-effect transistor (FET), yang masing-masing bekerja secara berbeda.

Transistor bipolar dinamakan demikian karena kanal konduksi utamanya menggunakan dua polaritas pembawa muatan: elektron dan lubang, untuk membawa arus listrik. Dalam BJT, arus listrik utama harus melewati satu daerah/lapisan pembatas dinamakan depletion zone, dan ketebalan lapisan ini dapat diatur dengan kecepatan tinggi dengan tujuan untuk mengatur aliran arus utama tersebut.

FET (juga dinamakan transistor unipolar) hanya menggunakan satu jenis pembawa muatan (elektron atau hole, tergantung dari tipe FET). Dalam FET, arus listrik utama mengalir dalam satu kanal konduksi sempit dengan depletion zone di kedua sisinya (dibandingkan dengan transistor bipolar dimana daerah Basis memotong arah arus listrik utama). Dan ketebalan dari daerah perbatasan ini dapat diubah dengan perubahan tegangan yang diberikan, untuk mengubah ketebalan kanal konduksi tersebut. Lihat artikel untuk masing-masing tipe untuk penjelasan yang lebih lanjut.

Pada dasarnya, transistor dan tabung vakum memiliki fungsi yang serupa; keduanya mengatur jumlah aliran arus listrik.

Untuk mengerti cara kerja semikonduktor, misalkan sebuah gelas berisi air murni. Jika sepasang konduktor dimasukan kedalamnya, dan diberikan tegangan DC tepat dibawah tegangan elektrolisis (sebelum air berubah menjadi Hidrogen dan Oksigen), tidak akan ada arus mengalir karena air tidak memiliki pembawa muatan (charge carriers). Sehingga, air murni dianggap sebagai isolator. Jika sedikit garam dapur dimasukan ke dalamnya, konduksi arus akan mulai mengalir, karena sejumlah pembawa muatan bebas (mobile carriers, ion) terbentuk. Menaikan konsentrasi garam akan meningkatkan konduksi, namun tidak banyak. Garam dapur sendiri adalah non-konduktor (isolator), karena pembawa muatanya tidak bebas.

Silikon murni sendiri adalah sebuah isolator, namun jika sedikit pencemar ditambahkan, seperti Arsenik, dengan sebuah proses yang dinamakan doping, dalam jumlah yang cukup kecil sehingga tidak mengacaukan tata letak kristal silikon, Arsenik akan memberikan elektron bebas dan hasilnya memungkinkan terjadinya konduksi arus listrik. Ini karena Arsenik memiliki 5 atom di orbit terluarnya, sedangkan Silikon hanya 4. Konduksi terjadi karena pembawa muatan bebas telah ditambahkan (oleh kelebihan elektron dari Arsenik). Dalam kasus ini, sebuah Silikon tipe-n (n untuk negatif, karena pembawa muatannya adalah elektron yang bermuatan negatif) telah terbentuk.

Selain dari itu, silikon dapat dicampur dengan Boron untuk membuat semikonduktor tipe-p. Karena Boron hanya memiliki 3 elektron di orbit paling luarnya, pembawa muatan yang baru, dinamakan "lubang" (hole, pembawa muatan positif), akan terbentuk di dalam tata letak kristal silikon.

Dalam tabung hampa, pembawa muatan (elektron) akan dipancarkan oleh emisi thermionic dari sebuah katode yang dipanaskan oleh kawat filamen. Karena itu, tabung hampa tidak bisa membuat pembawa muatan positif (hole).

Dapat dilihat bahwa pembawa muatan yang bermuatan sama akan saling tolak menolak, sehingga tanpa adanya gaya yang lain, pembawa-pembawa muatan ini akan terdistribusi secara merata di dalam materi semikonduktor. Namun di dalam sebuah transistor bipolar (atau diode junction) dimana sebuah semikonduktor tipe-p dan sebuah semikonduktor tipe-n dibuat dalam satu keping silikon, pembawa-pembawa muatan ini cenderung berpindah ke arah sambungan P-N tersebut (perbatasan antara semikonduktor tipe-p dan tipe-n), karena tertarik oleh muatan yang berlawanan dari seberangnya.

Kenaikan dari jumlah pencemar (doping level) akan meningkatkan konduktivitas dari materi semikonduktor, asalkan tata-letak kristal silikon tetap dipertahankan. Dalam sebuah transistor bipolar, daerah terminal emiter memiliki jumlah doping yang lebih besar dibandingkan dengan terminal basis. Rasio perbandingan antara doping emiter dan basis adalah satu dari banyak faktor yang menentukan sifat penguatan arus (current gain) dari transistor tersebut.

Jumlah doping yang diperlukan sebuah semikonduktor adalah sangat kecil, dalam ukuran satu berbanding seratus juta, dan ini menjadi kunci dalam keberhasilan semikonduktor. Dalam sebuah metal, populasi pembawa muatan adalah sangat tinggi; satu pembawa muatan untuk setiap atom. Dalam metal, untuk mengubah metal menjadi isolator, pembawa muatan harus disapu dengan memasang suatu beda tegangan. Dalam metal, tegangan ini sangat tinggi, jauh lebih tinggi dari yang mampu menghancurkannya. Namun, dalam sebuah semikonduktor hanya ada satu pembawa muatan dalam beberapa juta atom. Jumlah tegangan yang diperlukan untuk menyapu pembawa muatan dalam sejumlah besar semikonduktor dapat dicapai dengan mudah. Dengan kata lain, listrik di dalam metal adalah inkompresible (tidak bisa dimampatkan), seperti fluida. Sedangkan dalam semikonduktor, listrik bersifat seperti gas yang bisa dimampatkan. Semikonduktor dengan doping dapat diubah menjadi isolator, sedangkan metal tidak.

Gambaran di atas menjelaskan konduksi disebabkan oleh pembawa muatan, yaitu elektron atau lubang, namun dasarnya transistor bipolar adalah aksi kegiatan dari pembawa muatan tersebut untuk menyebrangi daerah depletion zone. Depletion zone ini terbentuk karena transistor tersebut diberikan tegangan bias terbalik, oleh tegangan yang diberikan di antara basis dan emiter. Walau transistor terlihat seperti dibentuk oleh dua diode yang disambungkan, sebuah transistor sendiri tidak bisa dibuat dengan menyambungkan dua diode. Untuk membuat transistor, bagian-bagiannya harus dibuat dari sepotong kristal silikon,  dengan sebuah daerah basis yang sangat tipis.

Transistor dibuat dengan tiga lapis semikonduktor. Dapat dibuat lapisan PNP ataupun lapisan NPN. Dengan demikian kita mengenal 2 macam transistor, yaitu transistor PNP dan transistor NPN sesuai dengan jenis penyusunnya.

Transistor mempunyai tiga kaki (elektroda) yang diberinama basis (b), emitor (e) dan colector (c). Basis dihubungkan denganpada lapisan tengah sedang emitor dan colector pada lapisan tepi. Emitor artinya pemancar, disinilah pembawa muatan berasal. Colector artinya pengumpul. Pembawa muatan yang berasal dari emitor ditampung pada Colector.Basis artinya dasar, basis digunakan sebagai elektroda mengendali.



Lambang, konstruksi dan rangkaian dioda yang setara dengan transistor

g1.png 







a.       Prinsip Transistor juga sebagai Penguat (amplifier)

Transistor bekerja pada wilayah antara titik jenuh dan kondisi terbuka (cut off), tetapi tidak pada kondisi keduanya.

b.      Prinsip Transistor sebagai penghubung (saklar)

Transistor akan mengalami Cutoff apabila arus yang melalaui basis sangat kecil sekali sehinga kolektor dan emitor akan seperti kawat yang terbuka, dan Transistor akan mengalami jenuh apabila arus yang melalui basis terlalu besar sehingga antara kolektor dan emitor bagaikan kawat terhubung dengan begitu tegangan antara kolektor dan emitor Vce a.



2.8     Aplikasi Tansistor

1.      Aplikasi Transistor Sebagai Saklar

http://2.bp.blogspot.com/-vMtEu2RyziQ/UActJSDFyCI/AAAAAAAAAqI/9MbdbhLgnf4/s400/Transistor+BJT+Sebagai+Sakelar.jpg

Prinsip Kerja Aplikasi Transistor BJT sebagai saklar: Aplikasi Transistor sebagai saklar memanfaatkan daerah kerja transistor yaitu Daerah Cut-off (switch OFF) dan daerah saturation (switch ON).



·         Daerah Cut off

Sebuah Transistor berada pada daerah cut-off adalah ketika junction basis-emitter di bias mundur (reverse bias), Sehingga semua arus bernilai O dan VCE(Cut-off)=VCC

·         Daerah Cut off

http://1.bp.blogspot.com/-1k0GbTIMACU/UActN3NhbPI/AAAAAAAAAqY/bHDqqRtOn1c/s400/rumus+IB+minimal.jpg

Sebuah Transistor berada pada daerah cut-off adalah ketika junction basis-emitter di bias mundur (reverse bias), Sehingga semua arus bernilai O dan VCE(Cut-off)=VCC



Contoh Aplikasi Transistor sebagai saklar

http://4.bp.blogspot.com/-WjSZZyYFMgY/UActHajCDfI/AAAAAAAAAqA/DIo4bXDJrEI/s320/Rangkaian+Transistor+sebagai+saklar+.jpg

·         Prinsip Kerja Aplikasi Transistor MOSFET sebagai saklar

http://4.bp.blogspot.com/-r_rpcwa_3MY/UActMRX6WeI/AAAAAAAAAqQ/Bjc9ZkqGvhY/s400/Transistor+MOSFET+Sebagai+Sakelar.jpgMosfet sebagai saklar juga memanfaatkan daerah Cut-off dan daerah saturation.













BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kesimpulan yangd dapat ditarik dari makalah ini adalah Transistor adalah kompnen yang mengubah wajah dunia,memungkinkan ukuran peralatan elektronika semakin kecil dan kompak dan daya konsumsinya rendah, juga mengawali era elektronika digital.

Tiga karakteristik transisttror yaitu karakteristik masukan, karakteristik keluaran, dan karakteristik transfer. Dari karakteristik masukan kita dapat menghitung hambatan masukan dan dari karakteristik keluaran kita dapat menghitung hambatan keluaran, sedangkan dari karakteristik transfer kita dapat menghitung penguatan arus.

Transistor memiliki dua jenis yaitu: Transistor Bipolar dan Transistor Unipolar. Transistor Bipolar adalah transistor yang memiliki dua persambungan kutub. Transistor Unipolar adalah transistor yang hanya memiliki satu buah persambungan kutub.

1.      Transistor Bipolar

Transistor bipolar adalah komponen elktronika yang terdiri dari tiga buah kaki, yaitu emitor (E), basis (B), dan kolektor (C). Tansistor terdiri dari dua jenis yaitu transistor tipe NPN dan transistor tipe PNP. Tanda petunjuk arah pada masing-masing tipe yang ditunjuk anak panah adalah merupakan terminal  emitor.

2.      Transistor Unipolar

Transistor unipolar adalah FET (Field Effect Transistor) yang terdiri dari JFET kanal N, JFET kanal P,  MOSFET kanal N, dan MOSFET kanal P.























3.2 Saran

Demikian makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca dan para mahasiswa pendidikan Fisikka Universitas Sulawesi Barat. Apabila ada saran dan kritik yang ingin di sampaikan, silahkan sampaikan kepada kami.

Apapun kritik dan saran yang kalian haturkan sangatlah penting dan berarti bagi kami dalam hal untuk mengevaluasi apa yang telah kami buat.

Apabila ada terdapat kesalahan mohon dapat mema'afkan dan memakluminya, karena kami hanyalah manusia yang merupakan sumber kesalahan. Yang sempurna hanyalah milik ALLAH SWT semata. Terimakasih.































DAFTAR PUSTAKA




Diakses pada tanggal 24 Oktober 2017 Pukul 14:50 WITA


Diakses pada tanggal 24 Oktober 2017 Pukul 15:00 WITA


Diakses pada tanggal 29 Oktober 2017 Pukul 11:25 WITA


Diakses pada tanggal 29 Oktober 2017 Pukul 13:45 WITA


Diakses pada tanggal 4 November 2017 Pukul 18:25 WITA



































LAMPIRAN – LAMPIRAN

Lampiran Tugas

NAMA
NIM
TUGAS
PERAN
Rudi Muh. Thahir
H04 16 325
Editor
Ketua Kelompok
Rahmadi
H04 16 322
Penyusun Materi
Anggota
Tiwi Damayanti
H04 16 302
Editor
Anggota
Astuti
H04 16 008
Penyusun Power Point
Anggota






































0 komentar:

Posting Komentar