MAKALAH
“TRANSISTOR DENGAN JENIS TRANSISTOR PNP DAN
TRANSISTOR NPN”
Diselesaikan untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Elektronika yang Diampu
oleh:
Fadhila, S.Pd.,M.Pd.
Disusun
Oleh:
Kelompok II
EMA
SRI HARDINA
MADINA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
NEGERI SULAWESI BARAT
2017
KATA PENGANTAR
Segala puji atas
kebesaran Sang Khalik yang telah menciptakan alam semesta dalam suatu
keteraturan hingga dari lisan terpetik rasa syukur kehadirat ALLAH SWT. Karena
atas limpahan Rahmat dan Karunia-Nyalah sehingga kami diberikan kesempatan dan
kesehatan untuk dapat menyelesaikan makalah mengenai “Penggunaan Transistor PNP
dan Traransistor NPN sebagai penguat arus dan penguat tegangan ” yang
terlaksana dengan baik. Shalawat
dan salam senantiasa tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW, yang diutus ke
permukaan bumi ini menuntun manusia dari lembah kebiadaban menuju ke puncak
peradaban seperti sekarang ini.
Terima kasih pun
kami ucapkan, selaku tim penulis kepada rekan-rekan yang telah ikut bekerja
sama dalam penyelesaian makalah ini. Sehingga makalah ini terlaksana dengan
baik.
Kami menyadari
sepenuhnya bahwa, dalam penyusunan makalah ini tidak lepas dari tantangan dan
hambatan. Namun berkat kerja keras dan motivasi dari pihak-pihak langsung
maupun tidak langsung yang memperlancar jalannya penyusunan makalah ini. Olehnya itu, secara
mendalam kami ucapkan banyak terimah kasih atas bantuan dan motivasi yang
diberikan sehingga kami, tim Penyusun dapat menyelesaikan makalah ini dengan
sebaik-baiknya.
Akhirnya dengan segala kerendahan hati kami
menyadari bahwa hanya kepada ALLAH SWT jualah kita menyerahkan segalanya.
Semoga kita semua mendapat curahan Rahmat dan Ridho-Nya, Amin.
Majene,
3 November 2017
Tim Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................................. i
DAFTAR ISI................................................................................................................................ ii
BAB
I
PENDAHULUAN....................................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang........................................................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah................................................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan..................................................................................................................... 2
1.4 Manfaat Makalah.................................................................................................................... 2
1.5 Batasan Masalah..................................................................................................................... 2
BAB
II
PEMBAHASAN.......................................................................................................................... 3
2.1
Kajian Toritis.......................................................................................................................... 3
2.2
Sejarah Penemuan Transistor.................................................................................................. 3
2.3
Fungsi Transistor..................................................................................................................... 4
2.4
Karakteristik Transistor........................................................................................................... 4
2.5 Bentuk Transistor.................................................................................................................... 5
2.5 Jenis Transistor........................................................................................................................ 5
2.7
Prinsip Kerja Transistor.......................................................................................................... 9
2.8 Aplikasi Transistor.................................................................................................................. 12
BAB
III
PENUTUP.................................................................................................................................... 14
3.1
Kesimpulan............................................................................................................................. 14
3.2 Saran....................................................................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................... 16
LAMPIRAN-LAMPIRAN........................................................................................................... 17
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Makalah
yang berkaitan tentang “ Transistor “ ini disusun dalam rangka memenuhi tugas
yang diberikan dosen kepada kami selaku mahasiswa/mahasiswi Pendidikan Fisika
di Universitas Sulawesi Barat pada bidang mata kuliah Elektronika. Demi
tercapainya proses pembelajaran yang berlaku di Universitas Sulawesi Barat
terkait dengan mata kuliah Elektonika. Serta untuk mewujudkan pemahaman dan
pengetahuan terkait di mata kuliah ini.
Sebagai
sedikit pengetahuan yang kami tahu, selaku tim penulis bahwa, Transistor adalah alat
semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan
penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai
fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana
berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan
pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.
Walter
H. Brattain dan John Bardeen pada akhir Desember 1947 di Bell Telephone
Laboratories berhasil menciptakan suatu komponen yang mempunyai sifat
menguatkan yaitu yang disebut dengan Transistor. Keuntungan komponen transistor
ini dibanding dengan pendahulunya, yakni tabung hampa, adalah ukuran fisiknya
yang sangat kecil dan ringan. Bahkan dengan teknologi sekarang ini ratusan ribu
transistor dapat dibuat dalam satu keping silikon. Disamping itu komponen
semikonduktor ini membutuhkan sumber daya yang kecil serta serta efesiensi yang
tinggi.
1.2 Rumusan
Masalah
Dalam makalah ini membahas tentang:
1.2.1
Bagaimana Sejarah penemuan transistor ?
1.2.2
Apa Fungsi
Transistor ?
1.2.3
Bagaimana Karakteristik
Transistor ?
1.2.4
Bagaimana Bentuk
Transistor ?
1.2.5
Apa saja Simbol
Transistor ?
1.2.6
Bagaimana Aliran
Arus Listrik pada Transistor PNP dan NPN ?
1.2.7
Bagaimana Prinsip
Kerja Transistor PNP dan NPN ?
1.2.8
Transistor
Sebagai Saklar Elektronik ?
1.3 Tujuan Penulisan
1.3.1 untuk mengetahui dan memahami
bagaimana sejarah penemuan Transistor
1.3.2 untuk mengetahui dan memahami
fungsi dari Transistor
1.3.3 untuk mengetahui dan memahami karakteristik transistor
1.3.4
untuk mengetahui dan
memahami Bentuk Transistor
1.3.5
untuk mengetahui dan
memahami Simbol-simbol Transistor
1.3.6 untuk mengetahui Aliran Arus Listrik pada Transistor PNP
dan NPN
1.3.7
untuk mengetahui dan
memahami Prinsip Kerja Transistor PNP
dan NPN
1.3.8
untuk mengetahui dan
memahami Transistor Sebagai Saklar
Elektronik
1.4 Manfaat
Makalah
1.4.1
Untuk
membekali mahasiswa pendidikan teknik elektro mengenai Transistor
1.4.2
Untuk
dijadikan bahan pembelajaran mahasiswa terkait dengan Transistor, baik
Transistor PNP maupun Transistor NP
1.5 Batasan Masalah
Berdasarkan
rumusan masalah, maka makalah ini tidak membahas:
1.5.1
Tipe-tipe
transistor
1.5.2
Transistor
unipolar secara terperinci
1.5.3
Fungsi
transistor secara terperinci
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Kajian Teoritis
Transistor
adalah komponen yang mengubah wajah dunia, memungkinkan ukuran peralatan
elektronika semakin kecil dan kompak dan daya konsumsinya rendah, juga
mengawali era elektronika digital.
Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai
penguat, sebagai sirkuit pemutusdan penyambung (switching), stabilisasi
tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat
berfungsi kran listrik,dimana berdasrkan arus inputnya (BJT) atau tegangan
inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit
sumber listriknya
2.2 Sejarah
Penemuan Transistor
Walter
H. Brattain dan John Bardeen pada akhir Desember 1947 di Bell Telephone
Laboratories berhasil menciptakan suatu komponen yang mempunyai sifat
menguatkan yaitu yang disebut dengan Transistor. Keuntungan komponen transistor
ini dibanding dengan pendahulunya, yakni tabung hampa, adalah ukuran fisiknya
yang sangat kecil dan ringan. Bahkan dengan teknologi sekarang ini ratusan ribu
transistor dapat dibuat dalam satu keping silikon. Disamping itu komponen
semikonduktor ini membutuhkan sumber daya yang kecil serta serta efesiensi yang
tinggi.
Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai
penguat, sebagai sirkuit pemutusdan penyambung (switching), stabilisasi
tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat
berfungsi kran listrik,dimana berdasrkan arus inputnya (BJT) atau tegangan
inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit
sumber listriknya. Transistor through-hole
(dibandingkan dengan pita ukur sentimeter) Pada umumnya, transistor memiliki 3
terminal. Tegangan atau arus yang dipasang di satu terminalnya mengatur arus
yang lebih besar yang melalui 2 terminal lainnya. Transistor adalah komponen
yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog,
transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi
pengeras suara, sumber listrik stabil, dan penguat sinyal radio. Dalam
rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan
tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga
berfungsi sebagai logic gate, memori, dan komponen-komponen lainnya.
2.3 Fungsi Transistor
Transistor
dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT)
atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat
akurat dari sirkuit sumber listriknya. Pada umumnya, transistor memiliki 3
terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektot (C).
Fungsi
transistor antara lain sebagai berikut:
a. Perata arus pada adaptor
b. Penguat arus (amplifier)
c. Penahan sebagian arus
d. Pebangkit frekuensi rendah dan tinggi (osilator)
e. Saklar elektronik (switching)
2.4 Karakteristik Transistor
Pada bagian
ini kita akan mempelajari tiga karakteristik transisttror yaitu karakteristik
masukan, karakteristik keluaran, dan karakteristik transfer. Dari karakteristik
masukan kita dapat menghitung hambatan masukan dan dari karakteristik keluaran
kita dapat menghitung hambatan keluaran, sedangkan dari karakteristik transfer
kita dapat menghitung penguatan arus.
1. Karakteristik Masukan
Karakteristik masukan suatu transistor dinyatakan
dalam grafik yang menyatakan hubungan antara tegangan basis-emitor dan arus
basis untuk tegangan kolektor-emitor yang nilainya konstan.
2. Karakteristik keluaran
Karakteristik keluaran suatu transistor dinyatakan
dalam grafik yang menyatakan hubungan antara tegangan kolektor-emitor dan arus
kolektor untuk beberapa nilai arus basis yang konstan.
3. Karakteristik Transfer
Karakteristik transfer suatu transfer dinyatakan dalam
grafik yang menyatakan hubungan antara arus basis dan arus kolektor untuk
tegangan kolektor-emitor yang bernilai konstan.
2.5 Bentuk Transistor

Konstruksi
transistor terdiri dari suatu lapisan tipis semikonduktor jenis-p atau jenis-n yang diapit oleh dua
bahan semikonduktor jenis lain. Berdasarkan susunan semikonduktornya,
transistor dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu transistor NPN dan
transistor PNP.
Pada umumnya, transistor memiliki 3
terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektor (C). Tegangan yang di satu
terminalnya misalnya Emitor dapat dipakai untuk mengatur arus dan tegangan yang
lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan dan arus
output Kolektor.
2.6 Jenis Transistor
Transistor memiliki dua jenis yaitu:
1. Transistor Bipolar dan
2. Transistor Unipolar. Transistor
Bipolar adalah
transistor yang memiliki dua persambungan kutub.
Transistor Bipolar
Transistor
yang dimaksud dengan Transistor Bipolar adalah transistor yang memiliki dua buah
persambungan antara kutub-kutubnya. Transistor
bipolar adalah komponen elktronika yang terdiri dari tiga buah kaki, yaitu
emitor (E), basis (B), dan kolektor (C). Tansistor terdiri dari dua jenis yaitu
transistor tipe NPN dan transistor tipe PNP. Tanda petunjuk arah pada
masing-masing tipe yang ditunjuk anak panah adalah merupakan terminal emitor.
MENGUJI TRANSISTOR PNP
a.
Pastikan kaki kolektor, basis
dan emitornya (anda harus
mengetahui secara pasti)
b.
Saklar pemilih pada multitester
harus menunjuk pada ohm meter
c. Probe positif (berwarna merah)
ditempelkan pada B (basis).
Probe
negatif (hitam) ditempelkan pada E (Emitor), jika jarum bergerak maka
pindahkan probe negatif pada kolektor. Jika pengukuran pertama dan
kedua, jarum bergerak berarti transistor
baik. Jika salah satu pengukuran, jarum tidak bergerak berarti transistor rusak

MENGUJI TRANSISTOR NPN
a.
Pastikan kaki-kaki
transistor, yang terdiri dari kolektor,
emitor dan basis.
b. Putar saklar
pemilih pada posisi ohm meter.
c.
Tempelkan probe
negatif (hitam) pada basis.
Probe positif pada kolektor.Jika bergerak berarti antara kolektor dan basis baik.
d. Pindahkan probe negaif
pada kaki emitor. Jika bergerak
maka emitor dan
basis baik. Jika salah satu pengukuran (atau keduanya)
jarum tidak bergerak berarti transistor
putus.
Transistor
memiliki dua jenis yaitu: Transistor Bipolar dan Transistor Unipolar.
1. Transistor Bipolar
Transistor
bipolar adalah transistor yang memiliki dua
persambungan kutub.
Transistor Unipolar adalah transistor yang hanya memiliki satu buah persambungan kutub. Transistor Bipolar adalah komponen elektronika yang terdiri dari tiga buah kaki, yaitu emitor (E), basis (B), dan kolektor (C).
Transistor Unipolar adalah transistor yang hanya memiliki satu buah persambungan kutub. Transistor Bipolar adalah komponen elektronika yang terdiri dari tiga buah kaki, yaitu emitor (E), basis (B), dan kolektor (C).
Transistor sendiri terdiri dari dua
jenis yaitu transistor tipe NPN dan transistor tipe PNP. Tanda petunjuk arah
arus pada masing-masing tipe yang ditunjuk anak panah adalah merupakan terminal
emitor. Komponen dan Simbol transistor, ditunjukkan seperti gambar
dibawah ini :
2.
Transistor
Unipolar
Transistor
Unipolar adalah
transistor yang hanya memiliki satu buah persambungan
kutub. Transistor
unipolar adalah FET (Field Effect Transistor) yang terdiri dari JFET kanal N,
JFET kanal P, MOSFET kanal N, dan MOSFET
kanal P.
2.7
Cara
Kerja Transistor
Dari
banyak tipe-tipe transistor modern, pada awalnya ada dua tipe dasar transistor,
bipolar junction transistor (BJT atau transistor bipolar) dan field-effect
transistor (FET), yang masing-masing bekerja secara berbeda.
Transistor
bipolar dinamakan demikian karena kanal konduksi utamanya menggunakan dua
polaritas pembawa muatan: elektron dan lubang, untuk membawa arus listrik.
Dalam BJT, arus listrik utama harus melewati satu daerah/lapisan pembatas
dinamakan depletion zone, dan ketebalan lapisan ini dapat diatur dengan
kecepatan tinggi dengan tujuan untuk mengatur aliran arus utama tersebut.
FET
(juga dinamakan transistor unipolar) hanya menggunakan satu jenis pembawa
muatan (elektron atau hole, tergantung dari tipe FET). Dalam FET, arus listrik
utama mengalir dalam satu kanal konduksi sempit dengan depletion zone di kedua
sisinya (dibandingkan dengan transistor bipolar dimana daerah Basis memotong
arah arus listrik utama). Dan ketebalan dari daerah perbatasan ini dapat diubah
dengan perubahan tegangan yang diberikan, untuk mengubah ketebalan kanal
konduksi tersebut. Lihat artikel untuk masing-masing tipe untuk penjelasan yang
lebih lanjut.
Pada
dasarnya, transistor dan tabung vakum memiliki fungsi yang serupa; keduanya
mengatur jumlah aliran arus listrik.
Untuk
mengerti cara kerja semikonduktor, misalkan sebuah gelas berisi air murni. Jika
sepasang konduktor dimasukan kedalamnya, dan diberikan tegangan DC tepat
dibawah tegangan elektrolisis (sebelum air berubah menjadi Hidrogen dan
Oksigen), tidak akan ada arus mengalir karena air tidak memiliki pembawa muatan
(charge carriers). Sehingga, air murni dianggap sebagai isolator. Jika sedikit
garam dapur dimasukan ke dalamnya, konduksi arus akan mulai mengalir, karena
sejumlah pembawa muatan bebas (mobile carriers, ion) terbentuk. Menaikan
konsentrasi garam akan meningkatkan konduksi, namun tidak banyak. Garam dapur
sendiri adalah non-konduktor (isolator), karena pembawa muatanya tidak bebas.
Silikon
murni sendiri adalah sebuah isolator, namun jika sedikit pencemar ditambahkan,
seperti Arsenik, dengan sebuah proses yang dinamakan doping, dalam jumlah yang
cukup kecil sehingga tidak mengacaukan tata letak kristal silikon, Arsenik akan
memberikan elektron bebas dan hasilnya memungkinkan terjadinya konduksi arus
listrik. Ini karena Arsenik memiliki 5 atom di orbit terluarnya, sedangkan
Silikon hanya 4. Konduksi terjadi karena pembawa muatan bebas telah ditambahkan
(oleh kelebihan elektron dari Arsenik). Dalam kasus ini, sebuah Silikon tipe-n
(n untuk negatif, karena pembawa muatannya adalah elektron yang bermuatan
negatif) telah terbentuk.
Selain
dari itu, silikon dapat dicampur dengan Boron untuk membuat semikonduktor
tipe-p. Karena Boron hanya memiliki 3 elektron di orbit paling luarnya, pembawa
muatan yang baru, dinamakan "lubang" (hole, pembawa muatan positif),
akan terbentuk di dalam tata letak kristal silikon.
Dalam
tabung hampa, pembawa muatan (elektron) akan dipancarkan oleh emisi thermionic dari
sebuah katode yang dipanaskan oleh kawat filamen. Karena itu, tabung hampa
tidak bisa membuat pembawa muatan positif (hole).
Dapat
dilihat bahwa pembawa muatan yang bermuatan sama akan saling tolak menolak,
sehingga tanpa adanya gaya yang lain, pembawa-pembawa muatan ini akan
terdistribusi secara merata di dalam materi semikonduktor. Namun di dalam
sebuah transistor bipolar (atau diode junction) dimana sebuah semikonduktor
tipe-p dan sebuah semikonduktor tipe-n dibuat dalam satu keping silikon, pembawa-pembawa
muatan ini cenderung berpindah ke arah sambungan P-N tersebut (perbatasan
antara semikonduktor tipe-p dan tipe-n), karena tertarik oleh muatan yang
berlawanan dari seberangnya.
Kenaikan
dari jumlah pencemar (doping level) akan meningkatkan konduktivitas dari materi
semikonduktor, asalkan tata-letak kristal silikon tetap dipertahankan. Dalam
sebuah transistor bipolar, daerah terminal emiter memiliki jumlah doping yang
lebih besar dibandingkan dengan terminal basis. Rasio perbandingan antara
doping emiter dan basis adalah satu dari banyak faktor yang menentukan sifat
penguatan arus (current gain) dari transistor tersebut.
Jumlah
doping yang diperlukan sebuah semikonduktor adalah sangat kecil, dalam ukuran
satu berbanding seratus juta, dan ini menjadi kunci dalam keberhasilan
semikonduktor. Dalam sebuah metal, populasi pembawa muatan adalah sangat
tinggi; satu pembawa muatan untuk setiap atom. Dalam metal, untuk mengubah
metal menjadi isolator, pembawa muatan harus disapu dengan memasang suatu beda
tegangan. Dalam metal, tegangan ini sangat tinggi, jauh lebih tinggi dari yang
mampu menghancurkannya. Namun, dalam sebuah semikonduktor hanya ada satu
pembawa muatan dalam beberapa juta atom. Jumlah tegangan yang diperlukan untuk
menyapu pembawa muatan dalam sejumlah besar semikonduktor dapat dicapai dengan
mudah. Dengan kata lain, listrik di dalam metal adalah inkompresible (tidak
bisa dimampatkan), seperti fluida. Sedangkan dalam semikonduktor, listrik
bersifat seperti gas yang bisa dimampatkan. Semikonduktor dengan doping dapat
diubah menjadi isolator, sedangkan metal tidak.
Gambaran
di atas menjelaskan konduksi disebabkan oleh pembawa muatan, yaitu elektron
atau lubang, namun dasarnya transistor bipolar adalah aksi kegiatan dari
pembawa muatan tersebut untuk menyebrangi daerah depletion zone. Depletion zone
ini terbentuk karena transistor tersebut diberikan tegangan bias terbalik, oleh
tegangan yang diberikan di antara basis dan emiter. Walau transistor terlihat
seperti dibentuk oleh dua diode yang disambungkan, sebuah transistor sendiri
tidak bisa dibuat dengan menyambungkan dua diode. Untuk membuat transistor,
bagian-bagiannya harus dibuat dari sepotong kristal silikon, dengan sebuah daerah basis yang sangat tipis.
Transistor dibuat dengan tiga lapis semikonduktor.
Dapat dibuat lapisan PNP ataupun lapisan NPN. Dengan demikian kita mengenal
2 macam transistor, yaitu transistor PNP dan transistor NPN sesuai dengan jenis
penyusunnya.
Transistor mempunyai tiga kaki (elektroda) yang
diberinama basis (b), emitor (e) dan colector (c). Basis dihubungkan denganpada
lapisan tengah sedang emitor dan colector pada lapisan tepi.
Emitor artinya pemancar,
disinilah pembawa muatan berasal. Colector artinya pengumpul. Pembawa muatan yang berasal dari emitor ditampung pada
Colector.Basis artinya dasar, basis digunakan sebagai elektroda mengendali.
Lambang, konstruksi dan
rangkaian dioda yang setara dengan transistor
a. Prinsip Transistor juga
sebagai Penguat (amplifier)
Transistor bekerja
pada wilayah antara titik jenuh dan kondisi terbuka (cut off), tetapi tidak
pada kondisi keduanya.
b. Prinsip Transistor sebagai
penghubung (saklar)
Transistor akan
mengalami Cutoff apabila arus yang melalaui basis sangat kecil sekali sehinga
kolektor dan emitor akan seperti kawat yang terbuka, dan Transistor akan
mengalami jenuh apabila arus yang melalui basis terlalu besar sehingga antara
kolektor dan emitor bagaikan kawat terhubung dengan begitu tegangan antara
kolektor dan emitor Vce a.
2.8
Aplikasi Tansistor
1. Aplikasi Transistor Sebagai
Saklar
![]() |
Prinsip Kerja Aplikasi Transistor BJT sebagai saklar: Aplikasi Transistor sebagai saklar memanfaatkan daerah kerja transistor yaitu Daerah Cut-off (switch OFF) dan daerah saturation (switch ON).
·
Daerah Cut off
Sebuah Transistor berada pada
daerah cut-off adalah ketika junction basis-emitter di bias mundur (reverse
bias), Sehingga semua arus bernilai O dan VCE(Cut-off)=VCC
·
Daerah Cut off
![]() |
Sebuah Transistor berada pada daerah cut-off adalah ketika junction basis-emitter di bias mundur (reverse bias), Sehingga semua arus bernilai O dan VCE(Cut-off)=VCC
Contoh Aplikasi Transistor
sebagai saklar

·
Prinsip
Kerja Aplikasi Transistor MOSFET sebagai saklar
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan yangd dapat ditarik dari makalah ini adalah Transistor adalah kompnen yang mengubah wajah
dunia,memungkinkan ukuran peralatan elektronika semakin kecil dan kompak dan
daya konsumsinya rendah, juga
mengawali era elektronika digital.
Tiga
karakteristik transisttror yaitu karakteristik masukan, karakteristik keluaran,
dan karakteristik transfer. Dari karakteristik masukan kita dapat menghitung
hambatan masukan dan dari karakteristik keluaran kita dapat menghitung hambatan
keluaran, sedangkan dari karakteristik transfer kita dapat menghitung penguatan
arus.
Transistor memiliki dua jenis yaitu: Transistor Bipolar dan Transistor
Unipolar. Transistor Bipolar adalah
transistor yang memiliki dua persambungan kutub. Transistor Unipolar adalah transistor yang hanya memiliki
satu buah persambungan kutub.
1. Transistor Bipolar
Transistor bipolar
adalah komponen elktronika yang terdiri dari tiga buah kaki, yaitu emitor (E),
basis (B), dan kolektor (C). Tansistor terdiri dari dua jenis yaitu transistor
tipe NPN dan transistor tipe PNP. Tanda petunjuk arah pada masing-masing tipe
yang ditunjuk anak panah adalah merupakan terminal emitor.
2. Transistor Unipolar
Transistor
unipolar adalah FET (Field Effect Transistor) yang terdiri dari JFET kanal N,
JFET kanal P, MOSFET kanal N, dan MOSFET
kanal P.
3.2
Saran
Demikian
makalah yang kami buat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca dan para mahasiswa
pendidikan Fisikka Universitas Sulawesi Barat. Apabila ada saran dan kritik yang ingin di
sampaikan, silahkan sampaikan kepada kami.
Apapun kritik
dan saran yang kalian haturkan sangatlah penting dan berarti bagi kami dalam
hal untuk mengevaluasi apa yang telah kami buat.
Apabila ada
terdapat kesalahan mohon dapat mema'afkan dan memakluminya, karena kami hanyalah
manusia yang merupakan sumber kesalahan. Yang sempurna hanyalah milik ALLAH SWT
semata. Terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
Diakses pada tanggal 24 Oktober 2017 Pukul 14:50 WITA
Diakses pada tanggal 24
Oktober 2017 Pukul 15:00 WITA
Diakses pada tanggal 29
Oktober 2017 Pukul 11:25 WITA
Diakses pada tanggal 29
Oktober 2017 Pukul 13:45 WITA
Diakses pada tanggal 4
November 2017 Pukul 18:25 WITA
LAMPIRAN –
LAMPIRAN
Lampiran Tugas
|
NAMA
|
NIM
|
TUGAS
|
PERAN
|
|
Rudi Muh.
Thahir
|
H04 16 325
|
Editor
|
Ketua Kelompok
|
|
Rahmadi
|
H04 16 322
|
Penyusun
Materi
|
Anggota
|
|
Tiwi Damayanti
|
H04 16 302
|
Editor
|
Anggota
|
|
Astuti
|
H04 16 008
|
Penyusun Power
Point
|
Anggota
|















0 komentar:
Posting Komentar