Kata Pengantar
Puji syukur
senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat,
Taufiq dan Inayah-Nya, sehingga makalah ini dapat selesai tepat waktu. Salawat
dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SWA, pembawa kabar
gembira dan peringatan, pembawa pelita penerang, penghulu para Nabi dan
keturunan Adam.
Makalah ini
merupakan tugas kelompok dalam rangka melengkapi tugas dalam mata kuliah Fisika
Modern adapun judul dari makalah ini yaitu “Radiasi
Benda Hitam dan Efek Compton”. Yang teridi dari poin-poin atau sub-sub
pokok bahasan yaitu, defisini radiasi benda hitam, pendapat para ahli mengenai
radiasi benda hitam, definisi efek Compton, dan pembuktian efek Compton.
Ucapan terima
kasih tak lupa penulis sampaikan kepada dosen pengampu mata kuliah, Ummu
Kalsum,S.Pd., M.Si., atas ilmu dan bimbingannya penulis menyadari bahwa makalah
ini masih bersifat sederhanaisi, susunan kalimat dan tata bahasanya. Oleh
karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna
memperbaiki makalah ini.
Akhir kata, semoga
makalah ini dapat menambah wawasan dan memberi manfaat kepada semua pihak,
khususnya bagi mahasiswa dalam pengembangan ilmu dan pengetahuan yang
berhubungan dengan fisika modern.
Majene, 15 September 2019
Penulis
Kata Pengantar
Daftar Isi……………………………………………………………………………………………………………………..iiA. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
D. Manfaat.......................................................................................................... 2
A. Definisi Radiasi Benda Hitam
B. Penjelasan Radiasi Benda Hitam Menurut Wien, Max Planck dan Ragleight-Jeans
C. Definisi Efek Compton
D. Pembuktian Efek Compton
A. Kesimpulan
B. Saran
BAB I
PENDAHULUAN
Fisika adalah satu rumpun ilmu sains yang
mempelajari alam semesta yang mendasari Perkembangan teknologi maju dan konsep
hidup harmonis dengan alam serta digunakan sebagai dasar bagi ilmu – ilmu yang
lain. Sebagai ilmu yang mempelajari fenomena dan gejala-gejala alam, fisika
juga memberikan pelajaran yang baik kepada manusia untuk hidup selaras
berdasarkan hukum alam (Dudi Indrajit,2009 : 4).
Terdapat beberapa jenis fenomena dan
gejala-gejala alam yang terkait dalam rumpun fisika, misalnya gejala kuantum.
Teori kuantum sangat penting dalam ilmu pengetahuan karena pada prinsipnya
teori ini dapat digunakan untuk meramalkan sifat-sifat kimia dan fisika suatu
zat. Dalam teori kuantum dimulai dengan fenomena radiasi benda hitam dan
kemudian terdapat efek compton yang terjadi akibat adanya radiasi (Jasruddin
Daud Malago, 2005 : 81).
Radiasi benda hitam merupakan salah satu
teka-teki besar fisika yang menjadi pemicu terjadinya revolusi dalam bidang
fisika. Radiasi benda hitam dapat dipahami dengan mudah ketika benda tersebut
menyerap dan menahan cahaya kemudian memancarkan radiasi ke sekitarnya sehigga
seseorang dapat merasakan melalui suhu ataupun perubahan ke warna-warna
tertentu. Dikatakan benda hitam apabila ia dapat memancarkan atau menyerap
energi dengan sempurna. Penelitian tentang radiasi benda hitam melibatkan banyak
sekali ilmuwan, diantanya : hukum pergeseran wien, hukum reyleigh jeans, dan
teori max planck.
Adapun efek compton merupakan eksperimen
yang memberikan bukti paling nyata tentang keberadaan sifat partikel dari
radiasi. Dimana efek compton akan memberikan gambaran sifat gelombang untuk
materi.
Berdasarkan uraian diatas ditemukan bahwa
baik radiasi benda hitam maupun efek compton semuanya terjadi dalam kehidupan
sehari-hari dan sering diamati bahkan sebagian dari peristiwa-peristiwanya
telah kita aplikasikan tanpa disadari. Dengan begitu untuk memahami lebih
lanjut mengenai radiasi benda hitam dan efek compton maka akan dijelaskan pada bagian pembahasan
makalah ini.
Adapaun rumusan masalah dari makalah ini
adalah :
1. Apa
defenisi dari radiasi benda hitam ?
2. Bagaimana
penjelasan radiasi benda hitam menurut Wien, Max Planck dan Rayleigh-Jeans ?
3. Apa
defenisi dari efek compton ?
4. Bagaimana
pembuktian rumus efek compton ?
Adapun tujuan dari makalah ini adalah
1. Untuk
mengetahui apa defisini dari radiasi benda hitam.
2. Untuk
mengetahui dan memahami penjelasan radiasi benda hitam menurut Wien, Max Planck
dan Rayleigh-Jeans.
3. Untuk
mengetahui apa definisi dari efek Compton.
4. Untuk
mengetahui dan memahami pembuktian rumus efek Compton.
D. Manfaat
Makalah ini diharapkan dapat memberi
sumbangan teoretis terkait dengan hal-hal yang berkaitan dengan Fisika Modern.
Serta dapat menjadi referensi untuk semua pihak terkhusus bagi kalangan
mahasiswa maupun pengajar.
BAB II
PEMBAHASAN
Dalam teori kuantum dimulai dengan
fenomena radiasi benda hitam. Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu
materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel atau gelombang
elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi. Sedangkan benda hitam
adalah obyek yang menyerap seluruh radiasi elektromagnetik
yang jatuh kepadanya. Dengan kata lain, tidak ada radiasi yang dipantulkan
keluar dari benda hitam.
Apabila suatu benda dipanaskan maka akan
tampak mengeluarkan radiasi (misalnya ditandai dengan terpancarnya cahaya yang
berwarn-warni. Berbicara radiasi benda hitam, berarti akan membahas tentang
benda yang mempunyai karakteristik penyerap sempurna terhadap radiasi yang
mengenainya. Secara praktis dapat diilustrasikan benda hitam sebagai sebuah
kotak dengan lubang kecil sedemikian hingaa sembarang radiasi yang masuk benda
hitam melalui lubang kecil, akan terpantul-pantul diantara dinding bagian dalam
benda hitam dan tidak ada kemungkinan lolos keluar (karakteristik penyerap
sempurna) lewat lubang tersebut seperti terlihat pada gambar 1.1 (Jasruddin
Daud Malago, 2005 : 83-84).
Gambar
1.1 ilustrasi benda hitam
Dengan begitu radiasi benda hitam dapat
diartikan sebuah radiasi elektromagnetik termal yang terjadi di dalam atau di
sekitar benda dalam keadaan kesetimbangan termodinamika dengan lingkungannya
atau saat ada proses pelepasan dari benda hitam tersebut atau dengan kata lain
karakteristik penyerap sempurna terhadap radiasi yang mengenainya.
Wien pada tahun 1894, dengan gagasannya
yang masih bersifat umum, menunjukkan bahwa rapat energi haruslah dalam bentuk
pesamaan matematis seperti berikut :
… 1.1
|
U (l,T) =
Dimana f adalah fungsi yang masih umum.
Dalam bentuk fungsi frekuensi, dapat dituliskan menjadi :
… 1.2
|
U
(f,T) = u (l,T)½
½=
u (l,T)
Selanjutnya, wien menyelidiki mengenai
spektrum radiasi benda hitam, sehingga wien dapat menarik kesimpulan jika
dipanaskan terus, benda hitam akan memancarkan radiasi kalor yang puncak
spektrumnya memberikan warna-warna tertentu. Warna spektrum bergantung
pada panjang gelombangnya, dan panjang gelombang ini akan bergeser sesuai
suhu benda. Jika suatu benda dipanaskan maka benda akan memancarkan radiasi
kalor, pada suhu rendah radiasi gelombang elektromagnet yang dipancarkan
intensitasnya rendah, pada suhu yang lebih tinggi dipancarkan sinar inframerah
walaupun tidak terlihat tetapi dapat kita rasakan panasnya, pada suhu lebih
tinggi lagi benda mulai berpijar merah ( ± 1000oC ), dan berwarna kuning
keputih- putihan pada suhu (± 2000o C). Wien merumuskan bahwa panjang
gelombang pada puncak spektrum (λmaks) berbanding terbalik dengan suhu mutlak
benda, sesuai persamaan :
… 1.3
|
Dengan:
Hukum perpindahan Wien ini menjelaskan
tentang bagaimana spektrum radiasi benda-benda hitam pada suhu berapapun
berkolerasi dengan spektrum pada suhu yang lainnya. Jadi, apabila mengetahui
bentuk spektrum pada suatu suhu, maka bentuk spektrum pada suhu yang lainnya
dapat dihitung juga. Intensitas dari spektrum dapat dinyatakan sebagai fungsi
panjang gelombang ataupun fungsi frekuensi. Sebuah akibat dari hukum
perpindahan Wien adalah panjang gelombang ketika instensitas per satuan panjang
gelombang dari radiasi yang dihasilkan benda hitam ketika maksimum.
Contoh soal
1. Jika radiasi matahari pada
intensitasmaksimum adalah warna kuning dengan panjang gelombang 510 nm maka
suhu permukaan matahari adalah (tetapan pergeseran Wien adalah
)
Jawab
:
Diketahui
:
b =
Ditanyakan
: T =…?
Penyelesaian
:
Pada tahun 1900 Reyleigh dan Jeans
mengembangkan teori dari hukum pergeseran Wien yang berlaku untuk panjang
gelombang yang lebih panjang. Teori Rayleigh-Jeans cocok dengan spektrum
radiasi benda hitam untuk panjang gelombang yang panjang, dan menyimpang
untuk panjang gelombang yang pendek.
Dari
hasil percobaan tentang benda hitam,didapat kurva seperti berikut.
Gambar 1.2 Kurva Radiasi Benda Hitam
Pada kurva di atas tampak suatu kurva dari
garis hitam yang merupakan tafsiran Rayleigh-Jeans terhadap suatu radiasi
elektromagnetik oleh suatu bendahitam. Rayleigh-Jeans menerapkan hukum hukum
fisika klasik dalam menganalisis pancaran/radiasi oleh suatu benda hitam, yang
menganggap bahwa pancaran atau serapan tersebut merupakan suatu spektrum yang
kontinu. Hasil analisis tersebut menghasilkan suatu kurva dengan garis hitam
pada gambar 1.2 .Jika ditinjau kurva Rayleigh-Jeans tersebut, tampak bahwa
semakin pendek panjang gelombang, maka intensitas radiasi juga akan
semakin besar. Hal ini disebut dengan bencana ultraviolet (Ultraviolet
catastrophe).
Dengan begitu Reyleight-Jeans menurunkan
suatu persamaan sebagai berikut :
… 1.4
|
Dengan
:
Dengan
begitu dapat dipertegas lagi bahwa hukum Wien berlaku untuk frekuensi tinggi,
sedangkan rumus Rayleigh cocok untuk frekuensi rendah (Jasruddin Daud Malogo,
2005 : 86-87).
Pada
tahun 1900, Max Plank secara cerdas menemukan rumus dengan cara interpolasi
(fitting) antara rumus Wein dan Rayleigh-Jeans. Rumus yang berlaku untuk
distibusi spektrum :
… 1.4
|
Dengan h
adalah tetapan Planck (parameter) yang besarnya
erg det. Verifikasi untuk frekuensi rendah
, maka akan diperoleh hukum
Rayleigh-Jeans. Meskipun maka rumus Planck diatas cocok dengan data eksperimen,
namun diperoleh dari interpolasi rumus klasik Wien dan Rayleigh. Pencapaian
penting oleh Planck yang sekaligus menjembatani antara klasik dan kuantum
adalah gagasan Planck untuk kuantisasi energi (Jasruddin Daud Malogo, 2005 :
87-88).
Max Planck
mengemukakan bahwa sebuah atom yang bergetar hanya dapat menyerap atau
memancarkan energi kembali dalam bentuk buntelan-buntelan atau energi (yang
disebut kuanta). Jika energi kuanta berbanding lurus dengan frekuensi radiasi,
maka bila frekuensinya meningkat, energinya akan turut pula menjadi besar ;
tetapi karena tidak satupun gelombang yang dapat memiliki energi melebihi kT,
maka tidak ada gelombang berdiri yang energi kuantumnya lebih besar daripada
kT. Itu secara efektif membatasi intensitas radiant frekuensi-tinggi (Panjang
gelombang pendek), dan dengan demikian memecahkan persoalan bencana ultraviolet
(Kenneth S. Krane, 2014 : 94-95).
Karena ua
bulan setelah diperolehnya rumus Planck tersebut dan berkaitan dengan fenomena
panas jenis bahan, maka Planck mengajukan gagasan yang spektakuler bahwa atom-atom
di dalam dinding rongga benda hitam memacanrkan energi dalam bentuk kuantum.
Dengan begitu energi medan elektromagentik terkuantisasi menurut persamaannya :
… 1.5
|
Dengan
E
= energi radiasi (joule)
N
= bilangan kuantum (n = 1,2,3,…)
f
= frekuensi radiasi (Hz)
𝜆
= panjang gelombang radiasi (m)
n
= jumlah foton, jadi energi cahaya adalah terkuantisasi (Jasruddin Daud Maloga, 2005 : 86-88)
Gambar 1.3
Kurva Max Palnck
Menurut Planck, berdasarkan kurva hubungan
antara panjang gelombang dengan intensitas radiasi yang ditunjukkan oleh garis
yang berwarna hitam. Dari kurva tersebut dapat disimpulkan bahwa panjang
gelombang/frekuensi tidak mempengaruhi intensitas radiasi. Akan tetapi sangat
berpengaruh terhadap energi radiasi. Puncak kurva merupakan intensitas maksimum
yang dapat dicapai oleh suatu radiasi, di mana intesitas ini bergantung pada
temperatur/suhu benda hitam tersebut, dan tidak bergantung pada panjang
gelombang radiasi. Temuan dari Max Planck ini dalam mengatasi kelemahan fisika
klasik merupakan suatu sifat mendasar gelombang elektromagnetik yang membuka
jalan menju cara baru, yang tidak terduga sebelumnya, dalam melihat alam fisika
sekaligus sebagai tonggak lahirnya fisika modern (Kenneth S. Krane, 2014 : 96).
Contoh Soal :
1. Energi radiasi yang dipancarkan sinar
gamma sebesar 108 eV dengan tetapan plack 6,6 x
Js dan kecepatan sinar cahaya
(c) = 3 x 108 m/s, berapa panjang gelombang sinar gamma jika dinyatakan
dalam satuan Angstrom?
Jawab
:
Diketahui
:
E
= 108 eV = 108 x (1,6 x
) joule = 1,6 x
joule
h
= 6,6 x
Js
c
= 3 x 108 m/s
1
elektron volt = 1 eV = 1,6 x
joule
Ditanyakan:
λ = …?
Penyelesaian
:
λ
= hc / E
λ
= (6,6 x
)( 3 x 108) / (1,6 x
)
λ
= 12,375 x
meter =
Jadi
panjang gelombangdari radiasi pancaran sinar gamma adalah 12,375 x
meter.
Cara lain radiasi berinteraksi dengan atom
adalah memalui efek Compton. Efek Compton ditemukan oleh Authur Holly Compton
pada tahun 1923. Efek Compton merupakan salah satu eksperimen yang memberikan
bukti paling nyata tentang keberadaan sifat partikel dari radiasi. Dimana
radiasi dihamburkan oleh elektron hamper bebas yang terkait lemah pada atomnya.
Sebagian energi radiasi diberikan kepada elektron, sehingga terlepas dari atom
; energi yang sisa diradiasikan kembali sebagai radiasi elektromagnetik.
Menurut gambaran gelombang, energi radiasi yang dipancarkan itu lebih kecil
daripada energi radiasi yang datang (selisihnya berubah menjadi energi kinetik
elektron). Hal ini menyebabkan foton yang terhambur akan memiliki frekuensi
yang lebih kecil atau panjang gelombang yang lebih besar daripada foton yang datang.
Proses
hamburan ini dianalisis sebagai suatu interaksi (“tumbukan” dalam pengertian
partikel secara klasik) antara sebuah foton dan sebuah elektron, yang dianggap
diam. Gambar 1.4 memperlihatkan peristiwa tumbukan ini. Pada keadaan awal,
foton memiliki energi E yang diberikan oleh.
… 1.6
|
Dengan
h = konstanta Planck = 6,626 x 10-34
J.s
c = laju cahaya
Gambar 1.4 Geometri Hubungan Compton
Dan momentumnya adalah
… 1.7
|
Dengan
begitu, efek Compton adalah peristiwa hamburan yang timbul jika radiasi (sinar
x) berinteraksi dengan partikel (elektron). Analisa
efek Compton dapat diamati pada peristiwa tumbukan foton dengan elektron
(Kenneth S. Krane, 2014 : 104).
Untuk membuktikan bahwa panjang gelombang
cahaya itu akan semakin lebih besar setelah terjadi “tumbukan” adalah sebagai
berikut :
Foton sebelum menumbuk elektron memiliki
energi sebesar E = hv = hf begitu juga
dengan electron memiliki energi diam sebesar
. Namun pada saat foton menumbuk elektron
maka energi dari foton akan berubah sebesar
, begitu juga dengan electron yang
tertumbuk oleh foto akan memiliki energy
setelah tertumbuk oleh foton sebesar
.
Berdasarkan hukum kekekalan momentum/energi
yaitu
Besarnya
momentum electron yang terpental bisa dicari dengan menggunakan aturan cosinus
pada sebuah segitiga.
Kedua
ruas kita kalikan dengan c2
Dari persamaan 1 (
)
Dengan menjabarkan (hf’-hf+ moc2)2 kita akan dapatkan
.
.
(
=
Kedua ruas kita kalikan dengan 1/2 hf f ‘ moc2
= ((1 – cos Ө)
(1
– cos Ө)
(1 – cos Ө)
Karena
=
- = (1
– cos Ө)
…
1.8
|
λ’ –λ = (1 – (1-
cos Ө)
Catatan : besaran
= 0,002426
nm
Contoh Soal :
1. Sinar
X dengan panjang gelombang 0,2400 nm dihamburkan secara Compton dan berkas
hamburnya diamati pada suhu 60,0
relatif terhadap arah berkas datang. Carilah
panajng gelombang sinar X hambur!
Jawab :
Diketahui
:
Ditanyakan
:
…?
Penyelesaian
:
= 0,2412 nm
BAB IV
PENUTUP
Penelitian tentang
radiasi benda hitam melibatkan banyak sekali ilmuwan, diantanya : hukum
pergeseran Wien (1894), hukum Rayleigh-Jeans (1900), dan teori Max Planck
(1900).
Efek Compton adalah
peristiwa hamburan yang timbul jika radiasi (sinar x) berinteraksi dengan
partikel (elektron). Analisa efek Compton dapat diamati pada peristiwa tumbukan
foton dengan elektron.
Efek Compton juga
memiliki persamaan yang diselesaikan menggunakan persamaan energi foton dan
hokum kekekalan momentum.
Adapun
saran yang ingin penulis sampaikan kepada pembaca adalah agar makalah ini dapat
menambah pengetahuan bagi pembaca terkhususnya dalam bidang fisika mengenai
fisika modern. Selain itu, agar lebih mudah memahami materi yang penulis
sampaikan diharapkan kepada pembaca Perlu adanya suatu percobaan agar materi dari konsep
radiasi benda hitam dan efek compton dapat di mengerti dengan optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Indrajit, Dudi. 2009. Mudah dan Aktif
Belajar Fisika. Jakarta : Setia Purna Invers, PT.
Malago, Jasruddin Daud. 2005. Pengantar
Fisika Modern. Makassar : Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.
Krane, S. Kenneth. 2014. Fisika Modern.
Jakarta : Universitas Indonesia (UI-Press).
Anonim. 2019. Hukum Pergeseran Wien
Astronomi Benda Hitam, (online). http://fisikastudycenter.com/astronomi/322-hukum-pergeseran-wien-astronomi-benda-hitam
diakses pada tanggal 13 September 2019.
Maslina, Lidia. 2017. Teori Radiasi Planck
: Persamaan, Contoh Soal dan Pembahasannya, (Online). https://materiipa.com/teori-radiasi-planck
diakses pada tanggal 13 September 2019.
Kata Pengantar
Puji syukur
senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat,
Taufiq dan Inayah-Nya, sehingga makalah ini dapat selesai tepat waktu. Salawat
dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SWA, pembawa kabar
gembira dan peringatan, pembawa pelita penerang, penghulu para Nabi dan
keturunan Adam.
Makalah ini
merupakan tugas kelompok dalam rangka melengkapi tugas dalam mata kuliah Fisika
Modern adapun judul dari makalah ini yaitu “Radiasi
Benda Hitam dan Efek Compton”. Yang teridi dari poin-poin atau sub-sub
pokok bahasan yaitu, defisini radiasi benda hitam, pendapat para ahli mengenai
radiasi benda hitam, definisi efek Compton, dan pembuktian efek Compton.
Ucapan terima
kasih tak lupa penulis sampaikan kepada dosen pengampu mata kuliah, Ummu
Kalsum,S.Pd., M.Si., atas ilmu dan bimbingannya penulis menyadari bahwa makalah
ini masih bersifat sederhanaisi, susunan kalimat dan tata bahasanya. Oleh
karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna
memperbaiki makalah ini.
Akhir kata, semoga
makalah ini dapat menambah wawasan dan memberi manfaat kepada semua pihak,
khususnya bagi mahasiswa dalam pengembangan ilmu dan pengetahuan yang
berhubungan dengan fisika modern.
Majene, 15 September 2019
Penulis
Kata Pengantar
Daftar Isi……………………………………………………………………………………………………………………..iiA. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan
D. Manfaat.......................................................................................................... 2
A. Definisi Radiasi Benda Hitam
B. Penjelasan Radiasi Benda Hitam Menurut Wien, Max Planck dan Ragleight-Jeans
C. Definisi Efek Compton
D. Pembuktian Efek Compton
A. Kesimpulan
B. Saran
BAB I
PENDAHULUAN
Fisika adalah satu rumpun ilmu sains yang
mempelajari alam semesta yang mendasari Perkembangan teknologi maju dan konsep
hidup harmonis dengan alam serta digunakan sebagai dasar bagi ilmu – ilmu yang
lain. Sebagai ilmu yang mempelajari fenomena dan gejala-gejala alam, fisika
juga memberikan pelajaran yang baik kepada manusia untuk hidup selaras
berdasarkan hukum alam (Dudi Indrajit,2009 : 4).
Terdapat beberapa jenis fenomena dan
gejala-gejala alam yang terkait dalam rumpun fisika, misalnya gejala kuantum.
Teori kuantum sangat penting dalam ilmu pengetahuan karena pada prinsipnya
teori ini dapat digunakan untuk meramalkan sifat-sifat kimia dan fisika suatu
zat. Dalam teori kuantum dimulai dengan fenomena radiasi benda hitam dan
kemudian terdapat efek compton yang terjadi akibat adanya radiasi (Jasruddin
Daud Malago, 2005 : 81).
Radiasi benda hitam merupakan salah satu
teka-teki besar fisika yang menjadi pemicu terjadinya revolusi dalam bidang
fisika. Radiasi benda hitam dapat dipahami dengan mudah ketika benda tersebut
menyerap dan menahan cahaya kemudian memancarkan radiasi ke sekitarnya sehigga
seseorang dapat merasakan melalui suhu ataupun perubahan ke warna-warna
tertentu. Dikatakan benda hitam apabila ia dapat memancarkan atau menyerap
energi dengan sempurna. Penelitian tentang radiasi benda hitam melibatkan banyak
sekali ilmuwan, diantanya : hukum pergeseran wien, hukum reyleigh jeans, dan
teori max planck.
Adapun efek compton merupakan eksperimen
yang memberikan bukti paling nyata tentang keberadaan sifat partikel dari
radiasi. Dimana efek compton akan memberikan gambaran sifat gelombang untuk
materi.
Berdasarkan uraian diatas ditemukan bahwa
baik radiasi benda hitam maupun efek compton semuanya terjadi dalam kehidupan
sehari-hari dan sering diamati bahkan sebagian dari peristiwa-peristiwanya
telah kita aplikasikan tanpa disadari. Dengan begitu untuk memahami lebih
lanjut mengenai radiasi benda hitam dan efek compton maka akan dijelaskan pada bagian pembahasan
makalah ini.
Adapaun rumusan masalah dari makalah ini
adalah :
1. Apa
defenisi dari radiasi benda hitam ?
2. Bagaimana
penjelasan radiasi benda hitam menurut Wien, Max Planck dan Rayleigh-Jeans ?
3. Apa
defenisi dari efek compton ?
4. Bagaimana
pembuktian rumus efek compton ?
Adapun tujuan dari makalah ini adalah
1. Untuk
mengetahui apa defisini dari radiasi benda hitam.
2. Untuk
mengetahui dan memahami penjelasan radiasi benda hitam menurut Wien, Max Planck
dan Rayleigh-Jeans.
3. Untuk
mengetahui apa definisi dari efek Compton.
4. Untuk
mengetahui dan memahami pembuktian rumus efek Compton.
D. Manfaat
Makalah ini diharapkan dapat memberi
sumbangan teoretis terkait dengan hal-hal yang berkaitan dengan Fisika Modern.
Serta dapat menjadi referensi untuk semua pihak terkhusus bagi kalangan
mahasiswa maupun pengajar.
BAB II
PEMBAHASAN
Dalam teori kuantum dimulai dengan
fenomena radiasi benda hitam. Radiasi adalah pancaran energi melalui suatu
materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel atau gelombang
elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi. Sedangkan benda hitam
adalah obyek yang menyerap seluruh radiasi elektromagnetik
yang jatuh kepadanya. Dengan kata lain, tidak ada radiasi yang dipantulkan
keluar dari benda hitam.
Apabila suatu benda dipanaskan maka akan
tampak mengeluarkan radiasi (misalnya ditandai dengan terpancarnya cahaya yang
berwarn-warni. Berbicara radiasi benda hitam, berarti akan membahas tentang
benda yang mempunyai karakteristik penyerap sempurna terhadap radiasi yang
mengenainya. Secara praktis dapat diilustrasikan benda hitam sebagai sebuah
kotak dengan lubang kecil sedemikian hingaa sembarang radiasi yang masuk benda
hitam melalui lubang kecil, akan terpantul-pantul diantara dinding bagian dalam
benda hitam dan tidak ada kemungkinan lolos keluar (karakteristik penyerap
sempurna) lewat lubang tersebut seperti terlihat pada gambar 1.1 (Jasruddin
Daud Malago, 2005 : 83-84).
Gambar
1.1 ilustrasi benda hitam
Dengan begitu radiasi benda hitam dapat
diartikan sebuah radiasi elektromagnetik termal yang terjadi di dalam atau di
sekitar benda dalam keadaan kesetimbangan termodinamika dengan lingkungannya
atau saat ada proses pelepasan dari benda hitam tersebut atau dengan kata lain
karakteristik penyerap sempurna terhadap radiasi yang mengenainya.
Wien pada tahun 1894, dengan gagasannya
yang masih bersifat umum, menunjukkan bahwa rapat energi haruslah dalam bentuk
pesamaan matematis seperti berikut :
… 1.1
|
U (l,T) =
Dimana f adalah fungsi yang masih umum.
Dalam bentuk fungsi frekuensi, dapat dituliskan menjadi :
… 1.2
|
U
(f,T) = u (l,T)½
½=
u (l,T)
Selanjutnya, wien menyelidiki mengenai
spektrum radiasi benda hitam, sehingga wien dapat menarik kesimpulan jika
dipanaskan terus, benda hitam akan memancarkan radiasi kalor yang puncak
spektrumnya memberikan warna-warna tertentu. Warna spektrum bergantung
pada panjang gelombangnya, dan panjang gelombang ini akan bergeser sesuai
suhu benda. Jika suatu benda dipanaskan maka benda akan memancarkan radiasi
kalor, pada suhu rendah radiasi gelombang elektromagnet yang dipancarkan
intensitasnya rendah, pada suhu yang lebih tinggi dipancarkan sinar inframerah
walaupun tidak terlihat tetapi dapat kita rasakan panasnya, pada suhu lebih
tinggi lagi benda mulai berpijar merah ( ± 1000oC ), dan berwarna kuning
keputih- putihan pada suhu (± 2000o C). Wien merumuskan bahwa panjang
gelombang pada puncak spektrum (λmaks) berbanding terbalik dengan suhu mutlak
benda, sesuai persamaan :
… 1.3
|
Dengan:
Hukum perpindahan Wien ini menjelaskan
tentang bagaimana spektrum radiasi benda-benda hitam pada suhu berapapun
berkolerasi dengan spektrum pada suhu yang lainnya. Jadi, apabila mengetahui
bentuk spektrum pada suatu suhu, maka bentuk spektrum pada suhu yang lainnya
dapat dihitung juga. Intensitas dari spektrum dapat dinyatakan sebagai fungsi
panjang gelombang ataupun fungsi frekuensi. Sebuah akibat dari hukum
perpindahan Wien adalah panjang gelombang ketika instensitas per satuan panjang
gelombang dari radiasi yang dihasilkan benda hitam ketika maksimum.
Contoh soal
1. Jika radiasi matahari pada
intensitasmaksimum adalah warna kuning dengan panjang gelombang 510 nm maka
suhu permukaan matahari adalah (tetapan pergeseran Wien adalah
)
Jawab
:
Diketahui
:
b =
Ditanyakan
: T =…?
Penyelesaian
:
Pada tahun 1900 Reyleigh dan Jeans
mengembangkan teori dari hukum pergeseran Wien yang berlaku untuk panjang
gelombang yang lebih panjang. Teori Rayleigh-Jeans cocok dengan spektrum
radiasi benda hitam untuk panjang gelombang yang panjang, dan menyimpang
untuk panjang gelombang yang pendek.
Dari
hasil percobaan tentang benda hitam,didapat kurva seperti berikut.
Gambar 1.2 Kurva Radiasi Benda Hitam
Pada kurva di atas tampak suatu kurva dari
garis hitam yang merupakan tafsiran Rayleigh-Jeans terhadap suatu radiasi
elektromagnetik oleh suatu bendahitam. Rayleigh-Jeans menerapkan hukum hukum
fisika klasik dalam menganalisis pancaran/radiasi oleh suatu benda hitam, yang
menganggap bahwa pancaran atau serapan tersebut merupakan suatu spektrum yang
kontinu. Hasil analisis tersebut menghasilkan suatu kurva dengan garis hitam
pada gambar 1.2 .Jika ditinjau kurva Rayleigh-Jeans tersebut, tampak bahwa
semakin pendek panjang gelombang, maka intensitas radiasi juga akan
semakin besar. Hal ini disebut dengan bencana ultraviolet (Ultraviolet
catastrophe).
Dengan begitu Reyleight-Jeans menurunkan
suatu persamaan sebagai berikut :
… 1.4
|
Dengan
:
Dengan
begitu dapat dipertegas lagi bahwa hukum Wien berlaku untuk frekuensi tinggi,
sedangkan rumus Rayleigh cocok untuk frekuensi rendah (Jasruddin Daud Malogo,
2005 : 86-87).
Pada
tahun 1900, Max Plank secara cerdas menemukan rumus dengan cara interpolasi
(fitting) antara rumus Wein dan Rayleigh-Jeans. Rumus yang berlaku untuk
distibusi spektrum :
… 1.4
|
Dengan h
adalah tetapan Planck (parameter) yang besarnya
erg det. Verifikasi untuk frekuensi rendah
, maka akan diperoleh hukum
Rayleigh-Jeans. Meskipun maka rumus Planck diatas cocok dengan data eksperimen,
namun diperoleh dari interpolasi rumus klasik Wien dan Rayleigh. Pencapaian
penting oleh Planck yang sekaligus menjembatani antara klasik dan kuantum
adalah gagasan Planck untuk kuantisasi energi (Jasruddin Daud Malogo, 2005 :
87-88).
Max Planck
mengemukakan bahwa sebuah atom yang bergetar hanya dapat menyerap atau
memancarkan energi kembali dalam bentuk buntelan-buntelan atau energi (yang
disebut kuanta). Jika energi kuanta berbanding lurus dengan frekuensi radiasi,
maka bila frekuensinya meningkat, energinya akan turut pula menjadi besar ;
tetapi karena tidak satupun gelombang yang dapat memiliki energi melebihi kT,
maka tidak ada gelombang berdiri yang energi kuantumnya lebih besar daripada
kT. Itu secara efektif membatasi intensitas radiant frekuensi-tinggi (Panjang
gelombang pendek), dan dengan demikian memecahkan persoalan bencana ultraviolet
(Kenneth S. Krane, 2014 : 94-95).
Karena ua
bulan setelah diperolehnya rumus Planck tersebut dan berkaitan dengan fenomena
panas jenis bahan, maka Planck mengajukan gagasan yang spektakuler bahwa atom-atom
di dalam dinding rongga benda hitam memacanrkan energi dalam bentuk kuantum.
Dengan begitu energi medan elektromagentik terkuantisasi menurut persamaannya :
… 1.5
|
Dengan
E
= energi radiasi (joule)
N
= bilangan kuantum (n = 1,2,3,…)
f
= frekuensi radiasi (Hz)
𝜆
= panjang gelombang radiasi (m)
n
= jumlah foton, jadi energi cahaya adalah terkuantisasi (Jasruddin Daud Maloga, 2005 : 86-88)
Gambar 1.3
Kurva Max Palnck
Menurut Planck, berdasarkan kurva hubungan
antara panjang gelombang dengan intensitas radiasi yang ditunjukkan oleh garis
yang berwarna hitam. Dari kurva tersebut dapat disimpulkan bahwa panjang
gelombang/frekuensi tidak mempengaruhi intensitas radiasi. Akan tetapi sangat
berpengaruh terhadap energi radiasi. Puncak kurva merupakan intensitas maksimum
yang dapat dicapai oleh suatu radiasi, di mana intesitas ini bergantung pada
temperatur/suhu benda hitam tersebut, dan tidak bergantung pada panjang
gelombang radiasi. Temuan dari Max Planck ini dalam mengatasi kelemahan fisika
klasik merupakan suatu sifat mendasar gelombang elektromagnetik yang membuka
jalan menju cara baru, yang tidak terduga sebelumnya, dalam melihat alam fisika
sekaligus sebagai tonggak lahirnya fisika modern (Kenneth S. Krane, 2014 : 96).
Contoh Soal :
1. Energi radiasi yang dipancarkan sinar
gamma sebesar 108 eV dengan tetapan plack 6,6 x
Js dan kecepatan sinar cahaya
(c) = 3 x 108 m/s, berapa panjang gelombang sinar gamma jika dinyatakan
dalam satuan Angstrom?
Jawab
:
Diketahui
:
E
= 108 eV = 108 x (1,6 x
) joule = 1,6 x
joule
h
= 6,6 x
Js
c
= 3 x 108 m/s
1
elektron volt = 1 eV = 1,6 x
joule
Ditanyakan:
λ = …?
Penyelesaian
:
λ
= hc / E
λ
= (6,6 x
)( 3 x 108) / (1,6 x
)
λ
= 12,375 x
meter =
Jadi
panjang gelombangdari radiasi pancaran sinar gamma adalah 12,375 x
meter.
Cara lain radiasi berinteraksi dengan atom
adalah memalui efek Compton. Efek Compton ditemukan oleh Authur Holly Compton
pada tahun 1923. Efek Compton merupakan salah satu eksperimen yang memberikan
bukti paling nyata tentang keberadaan sifat partikel dari radiasi. Dimana
radiasi dihamburkan oleh elektron hamper bebas yang terkait lemah pada atomnya.
Sebagian energi radiasi diberikan kepada elektron, sehingga terlepas dari atom
; energi yang sisa diradiasikan kembali sebagai radiasi elektromagnetik.
Menurut gambaran gelombang, energi radiasi yang dipancarkan itu lebih kecil
daripada energi radiasi yang datang (selisihnya berubah menjadi energi kinetik
elektron). Hal ini menyebabkan foton yang terhambur akan memiliki frekuensi
yang lebih kecil atau panjang gelombang yang lebih besar daripada foton yang datang.
Proses
hamburan ini dianalisis sebagai suatu interaksi (“tumbukan” dalam pengertian
partikel secara klasik) antara sebuah foton dan sebuah elektron, yang dianggap
diam. Gambar 1.4 memperlihatkan peristiwa tumbukan ini. Pada keadaan awal,
foton memiliki energi E yang diberikan oleh.
… 1.6
|
Dengan
h = konstanta Planck = 6,626 x 10-34
J.s
c = laju cahaya
Gambar 1.4 Geometri Hubungan Compton
Dan momentumnya adalah
… 1.7
|
Dengan
begitu, efek Compton adalah peristiwa hamburan yang timbul jika radiasi (sinar
x) berinteraksi dengan partikel (elektron). Analisa
efek Compton dapat diamati pada peristiwa tumbukan foton dengan elektron
(Kenneth S. Krane, 2014 : 104).
Untuk membuktikan bahwa panjang gelombang
cahaya itu akan semakin lebih besar setelah terjadi “tumbukan” adalah sebagai
berikut :
Foton sebelum menumbuk elektron memiliki
energi sebesar E = hv = hf begitu juga
dengan electron memiliki energi diam sebesar
. Namun pada saat foton menumbuk elektron
maka energi dari foton akan berubah sebesar
, begitu juga dengan electron yang
tertumbuk oleh foto akan memiliki energy
setelah tertumbuk oleh foton sebesar
.
Berdasarkan hukum kekekalan momentum/energi
yaitu
Besarnya
momentum electron yang terpental bisa dicari dengan menggunakan aturan cosinus
pada sebuah segitiga.
Kedua
ruas kita kalikan dengan c2
Dari persamaan 1 (
)
Dengan menjabarkan (hf’-hf+ moc2)2 kita akan dapatkan
.
.
(
=
Kedua ruas kita kalikan dengan 1/2 hf f ‘ moc2
= ((1 – cos Ө)
(1
– cos Ө)
(1 – cos Ө)
Karena
=
- = (1
– cos Ө)
…
1.8
|
λ’ –λ = (1 – (1-
cos Ө)
Catatan : besaran
= 0,002426
nm
Contoh Soal :
1. Sinar
X dengan panjang gelombang 0,2400 nm dihamburkan secara Compton dan berkas
hamburnya diamati pada suhu 60,0
relatif terhadap arah berkas datang. Carilah
panajng gelombang sinar X hambur!
Jawab :
Diketahui
:
Ditanyakan
:
…?
Penyelesaian
:
= 0,2412 nm
BAB IV
PENUTUP
Penelitian tentang
radiasi benda hitam melibatkan banyak sekali ilmuwan, diantanya : hukum
pergeseran Wien (1894), hukum Rayleigh-Jeans (1900), dan teori Max Planck
(1900).
Efek Compton adalah
peristiwa hamburan yang timbul jika radiasi (sinar x) berinteraksi dengan
partikel (elektron). Analisa efek Compton dapat diamati pada peristiwa tumbukan
foton dengan elektron.
Efek Compton juga
memiliki persamaan yang diselesaikan menggunakan persamaan energi foton dan
hokum kekekalan momentum.
Adapun
saran yang ingin penulis sampaikan kepada pembaca adalah agar makalah ini dapat
menambah pengetahuan bagi pembaca terkhususnya dalam bidang fisika mengenai
fisika modern. Selain itu, agar lebih mudah memahami materi yang penulis
sampaikan diharapkan kepada pembaca Perlu adanya suatu percobaan agar materi dari konsep
radiasi benda hitam dan efek compton dapat di mengerti dengan optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Indrajit, Dudi. 2009. Mudah dan Aktif
Belajar Fisika. Jakarta : Setia Purna Invers, PT.
Malago, Jasruddin Daud. 2005. Pengantar
Fisika Modern. Makassar : Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.
Krane, S. Kenneth. 2014. Fisika Modern.
Jakarta : Universitas Indonesia (UI-Press).
Anonim. 2019. Hukum Pergeseran Wien
Astronomi Benda Hitam, (online). http://fisikastudycenter.com/astronomi/322-hukum-pergeseran-wien-astronomi-benda-hitam
diakses pada tanggal 13 September 2019.
Maslina, Lidia. 2017. Teori Radiasi Planck
: Persamaan, Contoh Soal dan Pembahasannya, (Online). https://materiipa.com/teori-radiasi-planck
diakses pada tanggal 13 September 2019.







0 komentar:
Posting Komentar