NAMA : EMA
NIM :
H0417330
KELAS :
FISIKA B/2017
MATA KULIAH
:METODOLOGI PENELITAN
1.
Dari tugas 01 cari topik penelitian yang
paling anda minati?
2.
Tentukan variable independent dan variable
dependen dari topik penilaian yang anda pilih?
3.
Tuliskan variable moderator, variable
kotrol, variable intervening ataupun variable Anteseden yang ada dalam topik
penelitian anda?
4.
Rangkailah “judul penelitia” dari topoik
anda. Judul sebaliknya tidak lebih dari 12 kata, menarik dan mempersentasekan
topik penelitian?
5.
Tentukan latar belakang dari penelitian
anda yang mencakup (alas an memilih masalah + data faktual, apabila ada, alasan
memilih solusi dan menuliskan beberapa hasil penelitian terdahulu dari jurnal)
yang mendukung penelitian
Jawaban:
1. Topik
penelitian
“ Melorot Minat siswa dalam memilih jurusan terutama dalam memilih Pendidikan Fisika “
2. Menentukan
Variabel Independent dan Variabel Devendeng
|
Mosel ceramah yang di terapkan
oleh tenaga kependidikan
(variable
dependen)
|
|
Kurangnya
Motivasi Siswa dalam Belajar
(variable indenpenden )
( |
3. A.
variabel moderator
|
Kecerdasan
siswa
(variabel Independen)
|
|
Perilaku
siswa
( Variabel dependen)
|
|
Lingkungan
sekolah
(variabel moderator)
|
4. “
Meningkatkan Motivasi belajar peserta didik dengan menerapkan pembelajaran
kooperatif tipe problem posing ”.
5.
Latar
belakang
Dalam dunia pendidikan, istilah belajar dan pembelajaran
merupakan dua hal yang
memiliki keterkaitan. Perbedaan antara belajar dan pembelajaran terletak pada penekanannya. Belajar lebih menekankan
pada bahasan tentang siswa dan
proses perubahan tingkah lakunya, sedangkan pembelajaran menekankan pada bahasan mengenai guru dalam upaya
membuat siswa dapat belajar.)
Belajar merupakan
proses memperoleh pengetahuan dan pengalaman
dalam wujud perubahan tingkah laku dan
kemampuan bereaksi yang relatif permanen atau menetap karena adanya interaksi individu dengan lingkungannya,
sedangkan pembelajaran adalah suatu
upaya yang dilakukan oleh pendidik untuk menyampaikan ilmu pengetahuan, mengorganisasi, dan menciptakan sistem
lingkungan dengan
berbagai metode sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara efektif dan efisien serta dengan hasil optimal. Secara sederhana, pembelajaran adalah menciptakan suatu kondisi yang memungkinkan siswa dapat belajar secara efektif dan efisien.
berbagai metode sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara efektif dan efisien serta dengan hasil optimal. Secara sederhana, pembelajaran adalah menciptakan suatu kondisi yang memungkinkan siswa dapat belajar secara efektif dan efisien.
Pembelajaran kooperatif muncul karena adanya perkembangan
dalam system pembelajaran yang ada. Pembelajaran kooperatif menggantikan system
pembelajaran yang individual.dimana guru terus memberikan informasi ( guru
sebagai pusat) dan peserta didik hanya mendengarkan. Pembelajaran Kooperatif
adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil
siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai
tujuan belajar.
model pembelajaran Problem
posing dengan pembentukan soal atau merumuskan soal atau menyusun
soal.
Alasan penulis memilih Judul Penelitian “ Meningkatkan
Motivasi belajar peserta didik dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe problem posing” karena dalam pembelajaran kooperatif peserta didik hanya di arahkan
untuk mendengarkan yang berperan aktif adalah seorang pendidik dengan
menerapkan pembelajaran tipe Problem Posing yang digunakan untuk penyusunan
soal yang berfokus pada kelompok kecil.
Solusi yang dapat penulis ambil dari
penelitian itu adalah memberikan peluang kepada peserta didik supaya bekerja
sama antar teman sehingga peserta didik mampu bertanggung jawab terhadap
pembelajaran yang di sampaikan oleh pendidik.
Teori yang mendukung dari penelitian ini : (Brown, 1993). Problem posing berasal dari bahasa Inggris
yang mempunyai beberapa padanan kata. Suryanto (1998 : 1) dan As’ari (2000 : 5)
menggunakan istilah pembentukan soal sebagai padanan kata untuk istilah problem posing. Selain itu ada juga yang
menggunakan istilah membuat soal (Sutiarso, 1999:6) dan pengajuan soal
(Siswono,1999:7). Silver (1996) mengemukakan pengertian problem posing secara lengkap sebagai
berikut : (1) problem
posing
adalah perumusan soal sederhana atau perumusan ulang soal yang ada dengan
beberapa perubahan agar lebih sederhana dan mudah dipahami dalam rangka
memecahkan soal yang rumit, (2) problem posing adalah perumusan soal yang berkaitan dengan syarat-syarat
pada soal yang telah dipecahkan dalam rangka mencara alternatif pemecahan yang
lain. (3) problem posing adalah merumuskan atau
membentuk soal dari suatu soal yang diberikan.
Menurut
A. Jalil (2006) menyatakan bahwa berdasarkan hasil penelitian penggunaan
pendekatan pro.blem posing dalam proses pembelajaran
dapat : (1) meningkatkan prestasi atau hasil belajar siswa, (2) meningkatkan
ketrampilan berfikir kritis siswa, (3) terjadi respon siswa secara positif
terhadap pendekatan problem
posing.
Menurut
English dalam Siswono (1999) dari hasil penelitian terdahuku member gambaran
bahwa problem posing merupakan pendekatan
pembelajaran yang mempunyai kelebihan : (1) siswa senang mengikuti pembelajaran
dengan pendekatan problem
posing dan
juga ingin tahu lebih banyak tentang materi yang dipelajari, (2) mengerjakan
soal yang dibuat sendiri lebih menyenangkan, dan (3) mengajukan soal dapat
mendorong siswa lebih banyak membaca materi pelajaran.







0 komentar:
Posting Komentar