Rabu, 09 Oktober 2019

METODOLOGI PENELITAN


 NAMA                       : EMA

NIM                            : H0417330

KELAS                       : FISIKA B/2017

MATA KULIAH       :METODOLOGI PENELITAN



1.      Dari tugas 01 cari topik penelitian yang paling anda minati?

2.      Tentukan variable independent dan variable dependen dari topik penilaian yang anda pilih?

3.      Tuliskan variable moderator, variable kotrol, variable intervening ataupun variable Anteseden yang ada dalam topik penelitian anda?

4.      Rangkailah “judul penelitia” dari topoik anda. Judul sebaliknya tidak lebih dari 12 kata, menarik dan mempersentasekan topik penelitian?

5.      Tentukan latar belakang dari penelitian anda yang mencakup (alas an memilih masalah + data faktual, apabila ada, alasan memilih solusi dan menuliskan beberapa hasil penelitian terdahulu dari jurnal) yang mendukung penelitian



Jawaban:

1.      Topik penelitian

  Melorot Minat siswa dalam memilih jurusan terutama dalam memilih Pendidikan Fisika “

2.      Menentukan Variabel Independent dan Variabel Devendeng




Mosel ceramah yang di terapkan oleh tenaga kependidikan
 (variable dependen)
 



Kurangnya Motivasi Siswa dalam Belajar
 (variable indenpenden )










(


                                                                                                                                                                   









3.      A. variabel moderator                   






Kecerdasan siswa
(variabel Independen)





Perilaku siswa
( Variabel dependen)



                                                                                           

                                                                 

                                                                                






Lingkungan sekolah
(variabel moderator)



                                                            

                                            

4.      “ Meningkatkan Motivasi belajar peserta didik dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe problem posing ”.

5.      Latar belakang

Dalam dunia pendidikan, istilah belajar dan pembelajaran merupakan dua hal yang memiliki keterkaitan. Perbedaan antara belajar dan pembelajaran terletak pada penekanannya. Belajar lebih menekankan pada bahasan tentang siswa dan proses perubahan tingkah lakunya, sedangkan pembelajaran menekankan pada bahasan mengenai guru dalam upaya membuat siswa dapat belajar.)

 Belajar merupakan proses memperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam wujud perubahan tingkah laku dan kemampuan bereaksi yang relatif permanen atau menetap karena adanya interaksi individu dengan lingkungannya, sedangkan pembelajaran adalah suatu upaya yang dilakukan oleh pendidik untuk menyampaikan ilmu pengetahuan, mengorganisasi, dan menciptakan sistem lingkungan dengan
berbagai metode sehingga siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara efektif dan efisien serta dengan hasil optimal. Secara sederhana, pembelajaran adalah menciptakan suatu kondisi yang memungkinkan siswa dapat belajar secara efektif dan efisien.

Pembelajaran kooperatif muncul karena adanya perkembangan dalam system pembelajaran yang ada. Pembelajaran kooperatif menggantikan system pembelajaran yang individual.dimana guru terus memberikan informasi ( guru sebagai pusat) dan peserta didik hanya mendengarkan. Pembelajaran Kooperatif adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar.

model pembelajaran Problem posing dengan pembentukan soal atau merumuskan soal atau menyusun soal.

Alasan penulis memilih Judul Penelitian “ Meningkatkan Motivasi belajar peserta didik dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe problem posing”  karena dalam pembelajaran kooperatif peserta didik hanya di arahkan untuk mendengarkan yang berperan aktif adalah seorang pendidik dengan menerapkan pembelajaran tipe Problem Posing yang digunakan untuk penyusunan soal yang berfokus pada kelompok kecil.

 Solusi yang dapat penulis ambil dari penelitian itu adalah memberikan peluang kepada peserta didik supaya bekerja sama antar teman sehingga peserta didik mampu bertanggung jawab terhadap pembelajaran yang di sampaikan oleh pendidik.

Teori yang mendukung dari penelitian ini : (Brown, 1993). Problem posing berasal dari bahasa Inggris yang mempunyai beberapa padanan kata. Suryanto (1998 : 1) dan As’ari (2000 : 5) menggunakan istilah pembentukan soal sebagai padanan kata untuk istilah problem posing. Selain itu ada juga yang menggunakan istilah membuat soal (Sutiarso, 1999:6) dan pengajuan soal (Siswono,1999:7). Silver (1996) mengemukakan pengertian problem posing secara lengkap sebagai berikut : (1) problem posing adalah perumusan soal sederhana atau perumusan ulang soal yang ada dengan beberapa perubahan agar lebih sederhana dan mudah dipahami dalam rangka memecahkan soal yang rumit, (2) problem posing adalah perumusan soal yang berkaitan dengan syarat-syarat pada soal yang telah dipecahkan dalam rangka mencara alternatif pemecahan yang lain. (3) problem posing adalah merumuskan atau membentuk soal dari suatu soal yang diberikan.

Menurut A. Jalil (2006) menyatakan bahwa berdasarkan hasil penelitian penggunaan pendekatan pro.blem posing dalam proses pembelajaran dapat : (1) meningkatkan prestasi atau hasil belajar siswa, (2) meningkatkan ketrampilan berfikir kritis siswa, (3) terjadi respon siswa secara positif terhadap pendekatan problem posing.

Menurut English dalam Siswono (1999) dari hasil penelitian terdahuku member gambaran bahwa problem posing merupakan pendekatan pembelajaran yang mempunyai kelebihan : (1) siswa senang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan problem posing dan juga ingin tahu lebih banyak tentang materi yang dipelajari, (2) mengerjakan soal yang dibuat sendiri lebih menyenangkan, dan (3) mengajukan soal dapat mendorong siswa lebih banyak membaca materi pelajaran.




0 komentar:

Posting Komentar